Back

Di zaman yang semakin canggih, teknologi terus berkembang dari hari ke hari dan memegang peranan penting dalam tiap aspek kehidupan manusia. Bahkan bagi suatu negara, peran teknologi begitu penting guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing dalam mengolah sumber daya yang dimilikinya.

Peranan teknologi telah menjadi perhatian utama di negara-negara maju sejak lama dalam menjawab  permasalahan  pembangunan  bangsa  dan  meningkatkan  pertumbuhan  ekonomi. Sebagai contoh, teknologi komunikasi dan informasi seperti handphone yang pertama kali ditemukan oleh Martin Marty Cooper pada tahun 1973 telah membawa manfaat bagi manusia dalam berkomunikasi.

Hingga saat ini, handphone telah banyak mengalami perubahan yang tentunya semakin membuat pekerjaan  manusia  menjadi  lebih  efisien.  Handphone  yang  saat  ini  kemudian  berkembang menjadi smartphone tidak terlepas dari adanya inovasi-inovasi yang terus lahir dari penciptanya.

Layar sentuh merupakan salah satu tren teknologi yang telah merambah dunia telepon genggam masa kini. Layar sentuh (touch screen) ini diciptakan pertama kali oleh George Samuel Hurst sebagai pemegang hak patennya.

Ya, hak Paten. Sebagian dari kita mungkin tidak asing dengan istilah hak paten terutama di kalangan pebisnis. Hak paten dianggap sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan produk temuannya guna merebut pangsa pasar.

Berdasarkan UU No. 13 Tahun 2016, paten merupakan hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Dari pengertian paten di atas, kita mengenal dua istilah utama, yaitu inventor dan invensi. Istilah pertama yaitu inventor mengarah pada seorang atau beberapa orang yang secara bersama-sama melaksanakan ide yang dituangkan ke dalam kegiatan yang menghasilkan invensi. Istilah kedua ini yang disebut dengan invensi lebih mengarah pada ide inventor yang dituangkan ke dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses.

Dasar Hukum Hak Paten

Bagi seseorang yang ingin mendapatkan hak paten atas temuannya, negara tidak dapat memberikannya begitu saja. Ada hal-hal yang harus diperhatikan serta dipahami oleh inventor dan pemeriksa paten.

Dalam hal ini pemeriksa paten adalah pejabat fungsional Aparatur Sipil Negara atau ahli yang diangkat oleh menteri dan diberi tugas serta wewenang untuk melakukan pemeriksaan substantif terhadap Permohonan.

Dasar hukum hak paten ini dijelaskan secara rinci dalam Undang-undang No. 13 Tahun 2016. Dalam undang-undang tersebut juga tertulis apa saja invensi yang dapat diberi dan yang tidak dapat diberi paten.

Selain itu, pemberian hak paten juga harus diketahui oleh semua orang melalui media elektronik maupun non elektronik bahwa penemuan tersebut memiliki konsekuensi jika digunakan secara sembarang tanpa melalui proses persetujuan dari penemunya.

Hal tersebut merupakan bagian dari hak dan kewajiban dari pemegang paten, bahwa pemegang paten memiliki hak eksklusif untuk melaksanakan paten yang dimilikinya dan untuk melarang pihak lain tanpa persetujuannya.

Biaya Pendaftaran dan Biaya Tahunan Hak Paten

Untuk memperoleh Hak Paten, akan ada dua macam biaya yang harus dibayarkan, yaitu biaya pendaftaran dan biaya tahunan. Biaya pendaftaran Paten diatur didalam Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 2016.

Adapun pembayaran biaya tahunan untuk pertama kali wajib dilakukan paling lambat 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal sertifikat paten diterbitkan. Pembayaran  tahunan  ini  meliputi paten  dan  paten  sederhana  yang  dibayarkan  sejak  tanggal  penerimaan   sampai   dengan tahun  diberi  paten  ditambah  biaya  tahunan  untuk satu  tahun  berikutnya.

Pembayaran biaya tahunan selanjutnya dilakukan paling lama 1 (satu) bulan sebelum tanggal yang sama dengan tanggal penerimaan pada periode masa perlindungan tahun berikutnya.

“Siapa yang melakukan pembayaran Paten?”

Pembayaran biaya tahunan dapat dilakukan oleh pemegang paten atau kuasanya. Pembayaran yang dilakukan oleh kuasanya ini dapat dilakukan apabila pemegang paten tidak bertempat tinggal atau tidak berkedudukan tetap di wilayah Indonesia.

“Bagaimana jika biaya tahunan belum dibayar sampai dengan jangka waktu yang telah ditentukan?”

Biaya tahunan yang belum dibayarkan sampai dengan jangka waktu yang telah ditentukan, maka paten dinyatakan dihapus. Apabila pemegang paten belum bisa membayar biaya tahunan, maka ia bisa melakukan penundaan pembayaran dengan mengajukan surat permohonan untuk menggunakan mekanisme masa tenggang waktu kepada menteri, sehingga patennya tidak akan dihapus.

Surat permohonan ini diajukan paling lama 7 (tujuh) hari sebelum tanggal jatuh tempo pembayaran biaya tahunan. Pembayaran ini dilakukan pada masa tenggang waktu paling lama 12 bulan terhitung sejak tanggal berakhirnya batas waktu pembayaran biaya tahunan Paten.

Prosedur Pendaftaran Hak Paten

Seperti  diketahui,  Paten  diberikan  berdasarkan  permohonan.  Jadi,  seseorang  tidak  bisa memiliki  hak  paten  atas  temuannya  apabila  ia  tidak  mengajukan  pendaftaran  atas  hak patennya. Permohonan diajukan oleh pemohon atau kuasanya kepada menteri secara tertulis dalam bahasa Indonesia baik secara elektronik maupun non elektronik.

Seperti  yang  telah  dijelaskan  juga,  pendaftaran  hak  paten  ini  dikenakan  biaya.  Jadi,  bagi pemohon yang ingin mendaftar hak paten, wajib mengetahui segala yang berhubungan dengan pembiayaan hak paten. Setiap permohonan pun dapat diajukan untuk satu invensi atau beberapa invensi namun masih merupakan satu kesatuan atau saling berkaitan.

Adapun permohonan yang diajukan sedikitnya harus memuat:

  1. Tanggal, bulan, dan tahun surat Permohonan;
  2. Nama, alamat lengkap, dan kewarganegaraan Inventor;
  3. Nama, alamat lengkap, dan kewarganegaraan Pemohon dalam hal Pemohon adalah bukan badan hukum;
  4. Nama dan alamat lengkap Pemohon dalam hal Pemohon adalah badan hukum;
  5. Nama, dan alamat lengkap Kuasa dalam hal Permohonan diajukan melalui Kuasa; dan
  6. Nama negara dan Tanggal Penerimaan Permohonan yang pertama kali dalam hal Permohonan diajukan dengan Hak Prioritas.

Permohonan yang diajukan ini harus melampirkan persyaratan sebagai berikut:

  1. Judul Invensi;
  2. Deskripsi tentang Invensi;
  3. Klaim atau beberapa klaim Invensi;
  4. Abstrak Invensi;
  5. Gambar yang disebutkan dalam deskripsi yang diperlukan untuk memperjelas Invensi, jika Permohonan dilampiri dengan gambar;
  6. Surat kuasa dalam hal Permohonan diajukan melalui Kuasa;
  7. Surat pernyataan kepemilikan Invensi oleh Inventor;
  8. Surat pengalihan hak kepemilikan Invensi dalam hal Permohonan diajukan oleh Pemohon yang bukan Inventor; dan
  9. Surat bukti penyimpanan jasad renik dalam hal Permohonan terkait dengan jasad renik.

Jika permohonan telah memenuhi persyaratan minimum, maka pemohon akan diberikan tanggal penerimaan dan dicatat oleh menteri, tahap ini merupakan tahap pemeriksaan administratif. Setelah melalui tahap administratif, selanjutnya adalah tahap pengumuman dan pemeriksaan substantif.

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu hak paten, dasar hukum hak paten, dan prosedur pendaftaran hak paten. Kreasi atau inovasi apa saja yang lahir dari kreativitas seseorang dapat menjadi objek paten selama hal itu termasuk dalam bidang teknologi dan dapat diterapkan dalam bidang industri.

Semakin  berkembangnya  teknologi  yang  sejalan  dengan  berkembangnya  ilmu  pengetahuan, tidak   menutup   kemungkinan   akan   banyak   temuan-temuan   lainnya   yang   lahir.   Semoga bermanfaat!

Post a Comment