Back

Bagi seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu, aset paling berharga selain suara indah mereka adalah  sebuah  lagu.  Ya,  lagu  sebagai  sebuah  karya  yang  dibuat  dengan  penuh  rasa  dan melibatkan kreativitas merupakan barang berharga yang harus dilindungi, terutama jika lagu tersebut memiliki peminat yang cukup banyak.

Bayangkan jika sebuah lagu milik seseorang digunakan dan disebarluaskan tanpa seizin penciptanya. Perbuatan itu tentu saja sangat merugikan karena karya tersebut mempunyai potensi ekonomi yang besar. Hal ini tidak hanya berlaku pada lagu, tetapi karya, ciptaan, atau temuan lainnya yang disebut Kekayaan Intelektual (KI).

Kekayaan Intelektual merupakan kekayaan atas segala hasil produksi kecerdasan daya pikir seperti teknologi, pengetahuan, seni, sastra, gubahan lagu, karya tulis, karikatur, dan lain-lain yang berguna untuk manusia.

Manusia yang telah berjasa menghasilkan berbagai temuan yang dapat digunakan dalam bidang industri, atau mereka yang menciptakan karya sastra, memiliki hak untuk melindungi ciptaannya dengan mengajukan permohonan atau mendaftarkan karya intelektualnya. Istilah ini disebut dengan Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI).

HaKI sebagai hak ekslusif yang diberikan oleh negara kepada individu pelaku Hak Kekayaan Intelektual (HKI) seperti inventor/penemu, pencipta, pendesain, dan sebagainya sebagai penghargaan atas hasil karyanya agar ia terangsang untuk mengembangkannya lagi.

Adanya HaKI tidak sekedar untuk melindungi sebuah karya, namun juga memiliki manfaat. Adapun Manfaat Perlindungan HKI adalah :

  1. Memberikan perlindungan hukum sebagai insentif bagi pencipta inventor dan desainer dengan memberikan hak khusus untuk mengkomersialkan hasil dari kreativitasnya dengan menyampingkan sifat tradisionalnya.
  2. Menciptakan iklim yang kondusif bagi investor.
  3. Mendorong kegiatan penelitian dan pengembangan untuk menghasilkan penemuan baru diberbagai bidang teknologi.
  4. Sistem Paten akan memperkaya pengetahuan masyarakat dan melahirkan penemu- penemu baru.
  5. Peningkatan dan perlindungan HKI akan mempercepat pertumbuhan indrustri, menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup manusia yang memberikan kebutuhan masyarakat secara luas.
  6. Indonesia sebagai negara yang memiliki keanekaragaman suku/ etnik dan budaya serta kekayaan di bidang seni, sastra dan budaya serta ilmu pengetahuan dengan pengembangannya memerlukan perlindungan HKI yang lahir dari keanekaragaman tersebut.
  7. Memberikan perlindungan hukum dan sekaligus sebagai pendorong kreatifitas bagi masyarakat.
  8. Mengangkat harkat dan martabat manusia dan masyarakat Indonesia.
  9. Meningkatkan produktivitas, mutu, dan daya saing produk ekonomi Indonesia.

Jenis-Jenis Hak Kekayaan Intelektual

Lagu, penemuan di bidang teknologi seperti televisi, telepon, dan lainnya memang kekayaan intelektual. Akan tetapi, KI dipisah menjadi beberapa jenis berdasarkan ruang lingkupnya. Adapun jenis Hak Kekayaan Intelektual, yaitu:

1. Paten

Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi untuk jangka waktu tertentu melaksanakan sendiri invensi tersebut atau memberikan persetujuan kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Contoh Paten: touch screen (layar sentuh)

Touch  screen  merupakan  sebuah  perangkat  input  komputer  yang  bekerja  dengan  adanya sentuhan tampilan layar menggunakan jari atau pena digital. Hampir semua perangkat teknologi saat ini lebih banyak menggunakan teknologi touch screen seperti di smartphone maupun laptop. Pemegang paten touch screen merupakan seorang penemu asal Amerika, yaitu George Samuel Hurst, yang menerima paten ini pada tanggal 7 Oktober 1975 dengan versi pertamanya yang di produksi pada tahun 1982.

2. Merek

Merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.

Contoh Merek: Mercedes-Benz

Mercedes-Benz merupakan salah satu perusahaan mobil asal Jerman paling terkenal di dunia yang dikenal berteknologi serta memiliki tingkat keamanan tinggi. Merek pada mobil ini berupa lambang tiga bintang dan tulisan “Mercedes-Benz.” Lambang tiga bintang yang menunjuk ke tiga arah meliputi darat, laut, dan udara yang bertujuan untuk membuat transportasi di darat, air, dan udara menjadi lebih mudah. Sedangkan nama Mercedes berasal dari seorang pengusaha Austria dan pecinta otomotif yaitu Emil Jellinek yang memiliki seorang anak bernama Mercedes. Dan nama Benz diambil dari Karl Benz, penemu mobil berbahan bakar bensin pertama di dunia.

3. Desain Industri

Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri, atau kerajinan tangan.

Contoh: Desain industri pada handphone

Ketika seseorang ingin membuat desain handphone keluaran terbaru yang lebih tipis, lebar, dan memiliki keyboard yang lebih unik, maka ia harus membuat desain handphone tersebut secara utuh dari mulai tampilan depan, belakang, hingga sampingnya.

4. Indikasi Geografis

Indikasi Geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang dan/atau produk yang karena faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan reputasi, kualitas, dan karakteristik tertentu pada barang dan/atau produk yang dihasilkan.

Contoh:

  • Cengkeh Minahasa, pemegang hak masyarakat perlindungan indikasi geografis cengkeh minahasa.
  • Salak Pondok Sleman, pemegang hak komunitas perlindungan indikasi geografis salak pondok sleman.

5. Hak Cipta

Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Contoh: Hak Cipta pada lagu

Lagu milik seorang maupun beberapa pencipta atau pemegang hak cipta berhak memperbanyak ciptaannya  atau  memberikan  izin  kepada  orang  lain  untuk  menggunakan  karyanya.  Jadi, seseorang yang menyalin suatu ciptaan tanpa izin kemudian memperbanyaknya merupakan sebuah tindakan pelanggaran Hak Cipta seseorang.

UU Hak Kekayaan Intelektual

Hak kekayaan intelektual sebagai hak ekslusif yang diberikan negara oleh pelaku HKI. HKI dilindungi oleh Undang-Undang Republik Indonesia yang berbeda disetiap ruang lingkup Kekayaan Intelektualnya. Dasar-dasar hukum tersebut antara lain:

  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2016 tentang Hak Paten
  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 tentag Merek dan Indikasi Geografis
  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri
  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta

Kekayaan intelektual apapun memiliki potensi keuntungan bagi pemiliknya jika dimanfaatkan dengan baik. Pelaksanaan dan perlindungan HKI juga akan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengalaman di sejumlah negara memperlihatkan bahwa pelaksanaan dan perlindungan HKI turut mendorong investasi dan pengalihan teknologi secara cepat serta merangsang daya saing masyarakat dan perusahaan setempat.

Demikianlah ulasan mengenai apa itu Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) beserta manfaat, jenis, dan undang-undang yang mengaturnya. Semoga bermanfaat!

Post a Comment