Back

Persaingan antar bisnis maupun perdagangan yang kuat beriringan dengan perkembangan teknologi yang juga kian pesat. Begitu banyak penemuan-penemuan baru yang ada hingga saat ini juga mengisyaratkan bahwa kita telah memasuki era modern dimana segalanya dinilai serba praktis.

Untuk bisa bersaing dan mendapatkan tempat di pasar, para inventor atau penemu melakukan pendaftaran untuk mendapatkan hak paten atas temuannya. Hak paten ini juga sebagai perlindungan hukum dari invensi agar tidak terjadi klaim dari pihak lain.

Bisa kita lihat fenomena ini pada teknologi komunikasi dan informasi yaitu telepon. Sejak diciptakannya telepon pada tahun 1849 oleh Antonio Meucii dan dipatenkan pada tahun 1871, telepon mengalami begitu banyak perubahan. Hingga saat ini, istilah telepon yang banyak orang ketahui yaitu telepon genggam atau telepon selular.

Telepon konvensional yang ditemukan oleh Antonio Meucii tersebut berbeda dengan telepon genggam yang saat ini kita kenal, walaupun memiliki fungsi sama yaitu untuk berkomunikasi. Telepon genggam merupakan temuan baru yang diciptakan oleh Martin Cooper pada 03 April 1973. Ide yang dihasilkan oleh Cooper ini merupakan sebuah alat komunikasi yang kecil dan mudah dibawa ketika bepergian secara fleksibel, berbeda dengan telepon konvensional yang perlu disambungkan dengan jaringan telepon menggunakan kabel (nirkabel wireless).

Telepon genggam sejak pertama kali ditemukan hingga saat ini pun telah mengalami banyak perubahan, salah satunya dari segi ukuran dan berat. Telepon genggam zaman dahulu memiliki ukuran yang besar dan berat sehingga sulit untuk dipegang. Namun saat ini, telepon genggam atau handphone hadir dalam berbagai variasi bentuk maupun desain yang lebih kecil, ramping, tidak berat dan tentunya mudah dipegang.

Contoh Hak Paten

Pemaparan mengenai telepon dan perkembangannya sedikit menjelaskan mengenai hak paten sebagai salah satu ruang lingkup dari Kekayaan Intelektual, dimana hak paten pada telepon konvensional dimiliki Antonio Meucii sedangkan hak paten dari handphone yaitu dipegang oleh Martin Cooper.

Lantas, apa saja contoh hak paten lainnya? Apakah hak paten hanya untuk teknologi komunikasi seperti handphone? Secara umum, hal-hal atau subjek yang dapat dipatenkan yaitu berupa proses, mesin, barang yang bisa mencakup perangkat mekanik, perangkat elektronik, dan sebagainya. Selain itu, subjek paten juga bisa berupa metode bisnis.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan apa saja contoh hak paten dari beberapa perusahaan teknologi terbesar:

Hak Paten Layar Sentuh (Touch Screen)

Touch screen merupakan sebuah perangkat input komputer yang bekerja dengan adanya sentuhan tampilan layar menggunakan jari atau pena digital. Hampir semua perangkat teknologi saat ini lebih banyak menggunakan teknologi touch screen seperti di smartphone maupun laptop. Pemegang paten ini adalah seorang penemu asal Amerika yaitu George Samuel Hurst, yang menerima paten ini pada tanggal 7 Oktober 1975 dengan versi pertamanya yang diproduksi pada tahun 1982.

 

Hak Paten Pembakaran dengan Prinsip Empat Langkah

Hak paten dibidang industri ini berupa sistem mesin pembakaran dalam dengan prinsip empat langkah yang telah dipatenkan di Amerika Serikat atas nama Honda Giken Kogyo Kabushiki Kaisha. Mesin ini ditemukan oleh Minoru Matsuda pada tahun 1985. Lalu, pada 28 April 2006 sistem pembakaran empat langkah ini didaftarkan oleh Honda. Dilansir dari detik.com, pada 30 Desember 2009 Ditjen Haki menolak permohonan pendaftaran paten Bajaj Auto Limited sebagai produsen motor bajaj karena permohonan paten untuk sistem mesin pembakaran dalam dengan prinsip empat langkah ditolak dengan alasan sudah dipatenkan terlebih dahulu oleh Honda Giken Kogyo Kabushiki Kaisha.

 

Hak Paten Perangkat Tablet Komputer

Pada Mei 2005, Apple mendaftarkan hak paten oleh agen federal di Amerika Serikat yaitu kantor pendaftaran merek dan paten AS untuk desain Apple yang saat itu belum dikemukakan pada publik. Lima tahun setelahnya, desain yang dipatenkan itu hadir menyapa publik melalui perangkat yang dinamakan iPad. Hingga saat ini, produk tablet telah banyak diproduksi oleh perusahaan-perusahaan teknologi.

 

Hak Paten Metode Geser Jari pada Galeri

Beberapa tahun yang lalu, kita masih menggunakan tombol handphone ketika ingin melihat-lihat foto. Namun, sejak ditemukan metode geser jari pada galeri, kita tidak lagi menggunakan tombol untuk menggesernya. Dikutip dari Kompas.com, paten dengan nomor EP2059868 dengan nama Portable electronic device for photo management ini sempat menimbulkan sengketa antara perusahaan teknologi lainnya yaitu Samsung pada 24 Agustus 2011 dan Motorola Mobility pada Maret 2012.

 

Hak Paten Me-refresh Pesan

Dahulu, ketika kita ingin melihat pesan-pesan terbaru yang muncul di e-mail kita akan mengklik Inbox atau bahkan keluar dari email untuk sementara dan kemudian masuk kembali. Tetapi, sejak sejak ditemukannya aplikasi e-mail untuk me-refresh pesan, kita hanya perlu menggulirkan jari ke arah bawah layar sentuh smartphone, dan pesan-pesan terbaru pun akan muncul.

 

Hak Paten Aplikasi Kalender

Anda pasti pernah membuat janji di kalender melalui perangkat mobile dan kemudian aplikasi kalender tersebut mengirimkan notifikasi bahwa Anda memiliki janji pada hari yang telah Anda tentukan sebelumnya. Tahukah Anda bahwa saat itu Anda telah menggunakan paten milik Microsoft? Paten yang dinamakan generating meeting requests and group scheduling from a mobile device ini pernah digunakan oleh Motorola tanpa seizin Microsoft. Lalu pada 18 Mei 2012, pengiriman smartphone Android Motorola sempat dilarang di Amerika Serikat oleh Komisi Perdagangan Internasional AS.

 

Hak Paten untuk Jumlah Karakter

Paten yang dimiliki Microsoft ini mengatur cara mengirim pesan yang berisi lebih dari 160 karakter. Dengan adanya paten ini, kita bisa melakukan pengiriman pesan yang berisi lebih dari 160 karakter yang bisa dilakukan satu kali dan tidak terpotong-potong.  Microsoft menamakan paten ini dengan communicating multi-part messages between cellular devices using a standardized interface. Perusahaan teknologi yang menggunakan paten ini yaitu Apple dan telah membayar royalti atas ini. Namun, masalah hak paten terjadi pada Motorola yang tidak membayarnya hingga Microsoft menggugatnya di pengadilan Daerah Munich, Jerman, pada 24 Mei 2012.

Sebuah karya, ciptaan atau temuan dari inventor penting untuk dipatenkan. Hal ini untuk melindungi temuan dibawah payung hukum agar tidak ada pihak lain yang menggunakan patennya. Selain itu, kepemilikan hak paten sangat bermanfaat bagi kehidupan suatu produk di pasaran, karena setiap Kekayaan Intelektual memiliki potensi ekonomi yang menguntungkan.

Dan pada akhirnya, peningkatan dan perlindungan HKI terutama paten ini juga akan mempercepat pertumbuhan indrustri, menciptakan lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas hidup manusia yang memberikan kebutuhan masyarakat secara luas.

Jadi, sudah dapat dipastikan memiliki  hak paten memberi banyak keuntungan bagi pemiliknya. Demikianlah ulasan ini kami sampaikan. Semoga memperluas wawasan Anda tentang hak paten.

Post a Comment