Back

Bagi seorang penyanyi, pelukis, atau penulis, karya yang dihasilkan dari buah pikiran dan kreatifitasnya merupakan suatu hal yang sangat berharga. Dengan bangga mereka mempublikasikan karyanya kepada publik agar mereka juga bisa menikmatinya.

Namun bayangkan apabila ada oknum yang menyalahgunakan karyanya tersebut?

Mereka membajak untuk memperbanyak lagu dan menyebarluaskannya demi keuntungan pribadi. Selain menimbulkan rasa marah dan sedih dari para penciptanya, kerugian yang besar juga harus mereka hadapi.

Sangat jarang kita menemukan sebuah lagu yang beredar tanpa dilindungi dengan hak cipta, namun nyatanya kegiatan plagiarisme masih bisa dilakukan dengan mudah. Bagaimana jika suatu karya tidak dilindungi dengan hak cipta?

Hampir sebagian besar dari kita pasti sering mendengar istilah hak cipta atau menemukan istilah tersebut dalam sebuah karya. Contoh lainnya, silahkan Anda lihat buku jenis apapun yang anda miliki dan lihat bagian belakang bukunya, maka Anda akan menemukan istilah hak cipta di buku tersebut. Hak cipta yang ditandai dengan “©” pada buku menandakan bahwa buku tersebut telah dilindungi secara hukum oleh penulisnya sehingga tidak ada yang bisa menjiplaknya dengan sembarang.

Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2016 tentang Hak Cipta menyatakan bahwa hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Hak apa sajakah yang dimiliki pencipta?

Hak cipta sebagaimana tercantum dalam undang-undang merupakan hak eksklusif yang terdiri atas hak moral dan hak ekonomi.

Hak moral ini tidak dapat dialihkan selama pencipta masih hidup. Hak ini merupakan hak yang melekat secara abadi pada diri pencipta untuk:

  • Tetap mencantumkan atau tidak mencantumkan namanya pada salinan sehubungan dengan pemakaian ciptaannya untuk umum.
  • Menggunakan nama aslinya atau samarannya.
  • Mengubah ciptaannya sesuai dengan kepatuhan dalam masyarakat.
  • Mengubah judul dan anak judul ciptaan.
  • Mempertahankan haknya dalam hal terjadi distorsi ciptaan, mutilasi ciptaan, modifikasi ciptaan, atau hal yang bersifat merugikan kehormatan diri atau reputasinya.

Hak ekonomi yaitu hak dari pencipta untuk mengumumkan, memperbanyak, dan memberikan ijin kepada seseorang untuk memperbanyak ciptaannya. Dalam hal ini pencipta akan mendapatkan manfaat ekonomi (royalti) atas ciptaannya tersebut. Karena untuk bisa menghasilkan suatu karya diperlukan pengorbanan dan kerja keras.

 

UU Hak Cipta

Telah dijelaskan sebelumnya bahwa Hak Cipta diatur dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2016. Dalam Undang-Undang tersebut, dijelaskan secara jelas segala hal yang terkait dengan hak cipta, di antaranya hak cipta termasuk hak moral dan hak ekonomi, hak pemegang hak cipta, pengalihan hak ekonomi, hak terkait, pembatasan perlindungan, pembatasan hak cipta, masa berlaku, pencatatan ciptaan dan produk terkait, lisensi, penyelesaian sengketa dan lain sebagainya yang tercantum dalam undang-undang hak cipta. Adapun beberapa hal yang dimuat dalam undang-undang ini antara lain:

Ciptaan yang Dilindungi

Ciptaan yang dilindungi ini meliputi ciptaan dalam ilmu pengetahuan, seni, dan sastra, yang terdiri atas, yang meliputi:

  • Buku, pamflet, perwajahan karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lainnya.
  • Ceramah, kuliah, pidato, dan ciptaan sejenis lainnya.
  • Alat peraga yang dibuat untuk kepentingan pendidikan dan ilmu pengetahuan.
  • Lagu dan/atau musik dengan atau tanpa teks.
  • Drama, drama musikal, tari, koreografi, pewayangan, dan pantomim.
  • Karya seni rupa dalam segala bentuk seperti lukisan, gambar, ukiran, kaligrafi, seni pahat, patung, atau kolase.
  • Karya seni terapan, karya arsitektur, peta, karya seni batik atau seni motif lain, karya fotografi, potret, karya sinematografi.
  • Terjemahan, tafsir, saduran, bunga rampai, basis data, adaptasi, aransemen, modifikasi dan karya lain dari hasil transformasi.
  • Terjemahan, adaptasi, aransemen, transformasi, atau modifikasi ekspresi budaya tradisional.
  • Kompilasi ciptaan atau data, kompilasi ekspresi budaya, permainan video, program komputer.

Hasil Karya yang Tidak Dilindungi Hak Cipta:

  • Hasil karya yang belum diwujudkan dalam bentuk nyata.
  • Setiap ide, prosedur, sistem, metode, konsep, prinsip, temuan atau data walaupun telah diungkapkan, dinyatakan, digambarkan, dijelaskan, atau digabungkan dalam sebuah ciptaan.

Pencatatan Ciptaan:

Pencatatan dan penghapusan ciptaan diselenggarakan oleh menteri. Permohonan dilakukan secara elektronik maupun non elektronik dengan menyertakan contoh ciptaan, melampirkan surat pernyataan kepemilikan, dan membayar biaya.

 

Contoh Hak Cipta

Novel Harry Potter

Novel fantasi yang dikarang oleh penulis asal Inggris J.K Rowling ini mengisahkan tentang petualangan seorang penyihir remaja bernama Harry Potter dan sahabatnya untuk mengalahkan penyihir hitam jahat yang berambisi untuk menjadi makhluk abadi.

Seperti jalan ceritanya yang mengisahkan tentang seorang penyihir, novel ini pun berhasil menyihir pembacanya. Hal ini dibuktikan dengan popularitasnya yang besar sejak rilis novel pertamanya. Novel ini juga diadaptasi ke dalam sebuah film, permainan, dan e-book.

Dikutip dari The Guardian, J.K Rowling sebagai penulis terkaya di dunia ini mendapatkan data penjualan sebesar US$ 95 juta hingga 31 Mei lalu. Angka ini setara dengan US$180 per menit.

 

Let’s Talk About Love – Celine Dion

Let’s Talk About Love merupakan salah satu album dari karya penyanyi pop berkebangsaan Kanada, Celine Dion. Album ini rilis pada 18 November 1997 dan merupakan salah satu album terlaris di dunia dengan penjualan lebih dari 31 juta keping, yang 10 juta terjual di Amerika saja.

Di Indonesia sendiri, banyak sekali lagu yang laris dipasaran hingga menghasilkan royalti yang juga besar. Namun, seiring dengan semakin canggihnya teknologi digital, Indonesia menjadi tempat di mana pembajakan lagu marak dilakukan.

 

Seni Batik Indonesia

Batik merupakan warisan budaya Indonesia yang kaya akan corak dan warna. Batik di Indonesia mulai mendapatkan perlindungan hak cipta sejak undang-undang hak cipta tahun 1987 hingga 2002. Namun tidak semua batik didaftarkan hak ciptanya  dengan kata lain batik yang bisa dilindungi hak cipta yaitu batik ciptaan baru berdasarkan Pasal 40 ayat 1 huruf j UU No. 28 Tahun 2016 tentang Hak Cipta.

 

Hak cipta merupakan salah satu bagian dari kekayaan intelektual yang memiliki ruang lingkup objek dilindungi paling luas, karena mencakup ilmu pengetahuan, seni dan sastra yang di dalamnya mencakup pula program komputer.

Hak cipta mempunyai peranan strategis dalam mendukung pembangunan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Sudah saatnya kita menghargai kerja keras orang lain terutama para seniman agar tidak ada lagi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang menghalalkan segala cara untuk membajak karya orang lain. Jika hal seperti ini masih dibiarkan, akan menghambat kreativitas para pencipta untuk menghasilkan sebuah karya yang juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Demikianlah ulasan mengenai hak cipta. Semoga bermanfaat!

Post a Comment