Back

Paten sebagai sebuah karya, ciptaan, atau temuan dari seseorang merupakan salah satu dari ruang lingkup kekayaan intelektual yang ada. Setiap bisnis tidak pernah terlepas dari kekayaan intelektual seperti paten, terutama di era digital yang penuh persaingan ini. Sehingga, melindungi sebuah karya atau temuan sangatlah penting guna menghindari adanya sebuah klaim.

Tak jarang bisnis yang tumbuh besar dan sukses dalam meraih keuntungan telah sadar akan pentingnya mematenkan temuan mereka. Sebut saja Apple sebagai perusahaan teknologi terkemuka yang telah memiliki banyak paten.

Di kawasan benua Asia, negara seperti Korea Selatan dalam hitungan bulan bisa mendaftarkan paten  produk  baru  untuk  mendapatkan  sertifikat  patennya.  Hal ini  sebagai  jawaban  dari maraknya produk-produk Korea Selatan yang banyak membanjiri pasar indonesia.

Jika kita lihat fenomena ini, negara-negara besar seperti Korea Selatan dan Jepang, mereka menghasilkan sebanyak mungkin dalam hal R&D sebagai bagian yang terpadu dalam sisi marketingnya. Perlu diketahui juga bahwa menghasilkan sebanyak mungkin dalam hal paten teknologi, secara langsung berkorelasi dengan branding sebuah merek.

Berbicara mengenai sertifikat paten, tentunya ada satu hal yang perlu dikaji lagi. Bahwa temuan yang dilakukan bisa merupakan temuan baru yang belum ada sebelumnya atau pengembangan dari temuan sebelumnya. Sehingga dalam hal ini terbagi menjadi perlindungan paten yang meliputi paten dan paten sederhana.

“Lantas, apa perbedaan dari jenis-jenis paten tersebut?”

Paten biasa diberikan untuk Invensi yang baru, mengandung langkah inventif, dan dapat diterapkan dalam industri.

Sedangkan paten sederhana diberikan untuk setiap Invensi baru, pengembangan dari produk atau proses yang telah ada, dan dapat diterapkan dalam industri.

Sebuah paten sederhana diberikan untuk Invensi yang berupa produk yang bukan sekadar berbeda ciri teknisnya, tetapi harus memiliki fungsi/kegunaan yang lebih praktis daripada Invensi sebelumnya yang disebabkan bentuk, konfigurasi, konstruksi, atau komponennya yang mencakup alat, barang, mesin, komposisi, formula, penggunaan, senyawa, atau sistem. Paten sederhana juga diberikan untuk Invensi yang berupa proses atau metode yang baru.

Kesimpulan  dari  paten  sederhana  ini  yaitu,  sebuah  temuan  merupakan  pengembangan  dari temuan  sebelumnya  yang  sudah  ada  namun  memiliki  fungsi  yang  lebih  praktis.  Utamanya, temuan ini bisa memberikan kemudahan dalam hal penggunaan, misalnya dalam desain sebuah telepon genggam. Paten sederhana ini bisa berupa temuan desain yang lebih ramping dan tipis sehingga mudah dibawa-bawa dibanding temuan sebelumnya.

Mengapa Perlu Mendaftarkan Paten

Menghabiskan banyak waktu untuk mencurahkan pikiran, tenaga dan daya cipta untuk bisa menghasilkan karya-karya dalam bidang teknologi tidaklah mudah. Menghasilkan karya berupa temuan-temuan baru yang bermanfaat dan bisa diterapkan dalam berbagai bidang industri merupakan suatu kepuasan dan melahirkan rasa bangga tersendiri.

Namun, menghasilkan sebuah temuan/invensi tanpa mematenkannya merupakan hal yang  sia-sia. Pasalnya, siapapun bisa mengklaim bahwa temuan tersebut merupakan miliknya, dan kita tidak mempunyai bukti tertulis yang kuat untuk membuktikan bahwa temuan tersebut milik kita.

Pada dasarnya paten merupakan suatu perlindungan hukum bagi seseorang atas temuannya yang diberikan untuk jangka waktu tertentu. Jadi, selama temuan tersebut terikat dengan hak paten, maka tidak seorang pun bisa menggunakan atau mengklaim temuan tersebut tanpa izin dari penemunya. Inilah poin utama yang penting dan juga melatar belakangi mengapa memiliki hak paten atas temuan kita adalah penting untuk mencegah pihak lain mengklaimnya.

Lebih dari itu, mendaftarkan paten sangat penting untuk bagi sebuah industri. Telah dijelaskan di awal bahwa pasar teknologi di Indonesia dipenuhi oleh merek-merek luar negeri seperti Korea, Jepang, dan bahkan Amerika.

Mereka berlomba-lomba memasarkan produknya dengan berbagai penawaran berupa fitur-fitur yang dimilikinya. Produk-produk yang memiliki hak paten memiliki peluang lebih besar untuk menarik pasar dibandingkan yang tidak. Maka dari itu, hak paten penting bagi sebuah produk untuk meningkatkan daya saing dan mendapatkan posisi pasar yang kuat sehingga, akan membawa keuntungan bagi produknya.

Penemuan yang Tidak Bisa Dipatenkan

Setelah mengetahui beberapa hal terkait hak paten yang telah dijelaskan sebelumnya, mungkin Anda  berpikir bahwa  kita  semua  bisa  menghasilkan suatu temuan  dan  mematenkannya. Ya, siapapun bisa menciptakan sebuah penemuan dan mematenkannya dengan tujuan tertentu.

Namun, Anda juga perlu tahu bahwa tidak semua jenis temuan bisa dipatenkan. Berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku, berikut ini merupakan beberapa penemuan yang tidak bisa dipatenkan:

  • Proses atau produk yang pengumuman, penggunaan, atau pelaksanaannya bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, agama, ketertiban umum, atau kesusilaan.
  • Metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan dan/atau pembedahan yang diterapkan terhadap manusia dan/atau hewan.
    Yang dimaksud dengan “metode pemeriksaan” merupakan metode diagnosa. Sedangkan yang dimaksud dengan “metode perawatan” merupakan metode perawatan untuk medis.
    Dalam hal pemeriksaan, perawatan, pengobatan, dan pembedahan tersebut menggunakan peralatan kesehatan, ketentuan ini hanya berlaku bagi Invensi metodenya saja, sedangkan peralatan kesehatan termasuk alat, bahan, maupun obat, tidak termasuk dalam ketentuan ini.
  • Teori dan metode di bidang ilmu pengetahuan dan matematika;
  • Makhluk hidup, kecuali jasad renik.
    Makhluk hidup mencakup manusia, hewan, atau tanaman, sedangkan jasad renik adalah makhluk hidup yang berukuran sangat kecil dan tidak dapat dilihat secara kasat mata melainkan harus dengan bantuan mikroskop, misalnya amuba, ragi, virus, dan bakteri.
  • Proses biologis yang esensial untuk memproduksi tanaman atau hewan, kecuali proses nonbiologis atau proses mikrobiologis.
    Yang dimaksud dengan “proses biologis yang esensial untuk memproduksi tanaman atau hewan” adalah proses penyilangan yang bersifat konvensional atau alami, misalnya melalui teknik stek, cangkok, atau penyerbukan yang bersifat alami.
    Sedangkan yang dimaksud dengan “proses non-biologis atau proses mikrobiologis untuk memproduksi tanaman atau hewan” adalah proses memproduksi tanaman atau hewan yang biasanya bersifat transgenik/ rekayasa genetika yang dilakukan dengan menyertakan proses kimiawi, fisika, penggunaan jasad renik, atau bentuk rekayasa genetika lainnya.

Memiliki hak paten atas sebuah temuan merupakan hal yang sangat penting di era yang penuh dengan persaingan ini. Bukan hanya temuan yang dilindungi secara hukum sehingga terhindar dari adanya klaim, memiliki hak paten juga membawa keuntungan bagi sang Inventor karena siapapun yang akan menggunakan hak patennya harus memiliki izin beserta royaltinya.

Memang, untuk memiliki paten dibutuhkan usaha dan waktu yang ekstra. Namun, seiring dengan perkembangan  teknologi  dan  kemampuan  intelektual  manusianya,  menjadi  sangat memungkinkan  bahwa  akan  hadir  temuan-temuan  teknologi  berikutnya  yang  bermanfaat untuk pengembangan sebuah industri.

Demikianlah pemaparan mengenai jenis-jenis paten dan alasan mengapa perlu mendaftarkan paten untuk sebuah penemuan. Semoga bermanfaat!

Post a Comment