Back

Merek sebagai salah satu jenis dari Kekayaan Intelektual (KI) adalah tanda berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna maupun kombinasi dari beberapa unsur tersebut yang digunakan untuk membedakan barang/jasa yang diperdagangkan.

Para pengusaha wajib paham akan pentingnya hak merek dalam menjalankan bisnis mereka sehari hari, karena akan memberikan jaminan perlindungan terhadap bisnis yang mereka jalankan.

Hak merek adalah hak ekslusif yang diberikan negara kepada pemilik merek yang terdaftar dalam Daftar Umum Merek untuk jangka waktu tertentu menggunakan sendiri merek tersebut atau memberikan ijin kepada seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk menggunakannya.

Dalam dunia bisnis, kedudukan sebuah merek sangat penting, terutama untuk tetap menjaga persaingan usaha yang sehat. Merek yang terdaftar akan mendapatkan perlindungan hukum dan terlindungi dari kegiatan usaha yang tidak sehat, contohnya adalah pembajakan merek dagang dan merek jasa.

Contoh Hak Merek

Kita hidup dikelilingi oleh berbagai macam jenis merek. Ketika bangun tidur saja kita sudah disambut oleh banyak merek, ketika sarapan, berada di tempat umum, hingga kembali di malam hari merek selalu menyertai kita. Berikut ini merupakan contoh hak merek yang sudah tidak asing lagi kita dengar.

Pizza Hut

Pizza Hut adalah restoran berantai dan waralaba makanan internasional yang mengkhususkan dalam pizza. Pizza Hut merupakan restoran pizza berantai terbesar di dunia  di lebih dari 86 negara. Pizza Hut pertama kali dibuka pada tahun 1958 di Wichita, Kansas, Amerika Serikat oleh Dan Carney dan Frank Carney.

Di Indonesia sendiri, Pizza Hut hadir pertama kalinya pada thaun 1984 sebagai restoran piza pertama di Indonesia. Pemegang hak waralaba tunggal di Indonesia adalah PT Sari Melati kencana yang merupakan anak perusahaan PT Sriboga Raturaya, produsen tepung terigu di Indonesia

AQUA

Siapa yang tidak kenal dengan merek yang satu ini? Produk dari merek ini telah menjadi sumber kebutuhan mineral tubuh bagi banyak orang. Aqua merupakan sebuah merek air minum dalam kemasan (AMDK) sebagai salah satu merek AMDK paling terkenal di Indonesia yang didirikan oleh Tirto Utomo. Aqua diproduksi oleh PT Aqua Golden Mississippi Tbk di Indonesia sejak tahun 1973 ini selain di Indonesia juga dijual di Malaysia, Singapura, dan Brunei.

KFC

KFC merupakan suatu merek dagang waralaba dari Yum! Brands, Inc., yang didirikan oleh Col. Harland Sanders dan bermarkas di Louisville, Kentucky, Amerika Serikat. KFC dikenal karena ayam gorengnya yang biasa disajikan dalam bucket dari kertas karton.

Di Indonesia, pemegang hak waralaba tunggal KFC adalah PT Fastfood Indonesia yang pertama kali dibuka pada bulan Oktober 1979 di Jalan Melawai, Jakarta. Mudah sekali mengenali tanda dari merek KFC. Anda pasti tahu bahwa logo KFC ini berupa gambar lelaki tua. Tapi, tahukah Anda siapakah lelaki tua yang ada dalam logo KFC itu?

Kakek tersebut merupakan pendiri dari KFC yaitu Kolonel Sanders yang memutuskan untuk mendirikan KFC setelah pensiun dari prajurit Angkatan Darat Amerika Serikat yang tidak memiliki uang sepeserpun ketika membangunnya.

Perbedaan UU Merek Lama dan Baru

UU merek diperbarui atau diganti untuk memperbaiki undang-undang sebelumnya, membenarkan yang kurang benar dan menambahkan yang belum ada. Selain itu juga untuk menyesuaikan dengan kondisi masyarakat.

Begitu juga dengan UU merek. Undang-Undang Merek nomor 20 tahun 2016 ini merupakan perbaikan dari UU No 15 tahun 2001 yang masih terdapat kekurangan dan belum dapat menampung perkembangan kebutuhan masyarakat di bidang merek dan indikasi geografis serta belum cukup menjamin perlindungan potensi ekonomi lokal dan nasional sehingga perlu diganti.

Apa saja perbedaan UU Merek No. 15 tahun 2001 dan No. 20 tahun 2016?

Ruang Lingkup Merek

UU  No 15 Tahun 2001

Penjelasan mengenai merek dalam undang-undang ini bersifat konvensional karena hanya mencakup gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka, susunan warna maupun kombinasi dari unsur-unsur tersebut.

UU No 20 Tahun 2016

Merek pada UU ini lebih luas yaitu tambahan berupa merek dalam bentuk 2 atau 3 dimensi, merek suara dan hologram.

Proses Pendaftaran

UU  No 15 Tahun 2001

Permohonan pada undang-undang ini dilanjutkan dengan pemeriksaan formalitas, dilanjutkan dengan pemeriksaan substantif, kemudian pengumuman dan diakhiri penerbitan sertifikat merek.

UU No 20 Tahun 2016

Proses pendaftaran pada UU ini menjadi lebih singkat, setelah mengajukan permohonan, dilanjutkan dengan pemeriksaan formalitas, kemudian dilakukan pengumuman untuk melihat apakah ada yang keberatan atau tidak, setelah itu pemeriksaan subtantif dan diakhiri dengan penerbitan sertifikat merek.

Penghapusan Merek Terdaftar oleh Menteri

UU  No 15 Tahun 2001

Pada UU ini penghapusan merek tidak dilakukan oleh menteri namun atas prakarsa Direktorat Jenderal, yang dapat dilakukan jika:

  • Merek tidak digunakan selama 3 (tiga) tahun berturut-turut dalam perdagangan barang dan/ataujasa sejak tanggal pendaftaran atau pemakaian terakhir, kecuali apabila ada alasan yang dapat diterima oleh Direktorat Jenderal; atau
  • Merek digunakan untuk jenis barang dan/atau jasa yang tidak sesuai dengan jenis barang atau jasa yang dimohonkan pendaftaran, termasuk pemakaian Merek yang tidak sesuai dengan Merek yang didaftar.

UU No 20 Tahun 2016

Penghapusan merek terdaftar atas prakarsa menteri yang dapat dilakukan jika:

  • Memiliki persamaan pada pokoknya dan/atau keseluruhannya dengan Indikasi Geografis;
  • Bertentangan dengan ideologi negara, peraturan perundang-undangan, moralitas, agama, kesusilaan, dan ketertiban umum; atau
  • Memiliki kesamaan pada keseluruhannya dengan ekspresi budaya tradisional, warisan budaya tak benda, atau nama atau logo yang sudah merupakan tradisi turun temurun.

Ketentuan Pidana

UU  No 15 Tahun 2001

Hanya menjatuhkan pidana pada siapapun yang dengan sengaja atau tidak sengaja menggunakan merek yang sama pada keseluruhannya maupun pada pokoknya dengan merek terdaftar pihak lain.

UU No 20 Tahun 2016

Memuat ketentuan pidana jika jenis barangnya mengakibatkan gangguan kesehatan, gangguan lingkungan hidup, dan/atau kematian manusia.

Terkait Indikasi Geografis

UU  No 15 Tahun 2001

Hanya menyinggung sedikit mengenai indikasi geografis.

UU No 20 Tahun 2016

Ketentuan dalam undang-undang ini juga meliputi indikasi geografis yang diatur dalam 4 bab yaitu pasal 53 sampai dengan 71.

Pengaruh globalisasi membuat kegiatan perdagangan barang dan jasa telah melintasi batas wilayah negara, sehingga persaingan antar bisnis pun semakin ketat. Peranan merek memiliki kedudukan yang sangat penting terutama dalam menjaga persaingan usaha yang sehat. Memiliki hak merek membawa jaminan bahwa merek kita terlindungi sehingga mencegah terjadinya pembajakan dari pihak lain.

Post a Comment