Back

Sebagai salah satu cabang dari ilmu biologi, istilah agrikultur disebut juga dengan pertanian. Agrikultur merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memanfaatkan sumber daya hayati guna menghasilkan bahan pangan, bahan baku untuk industri, sumber energi, dan juga untuk mengelola lingkungan hidupnya. Kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati ini biasa dikenal sebagai budidaya tanaman atau bercocok tanam.

Kegiatan bercocok tanam yang biasanya dilakukan oleh petani melingkupi segala jenis tumbuhan yang menghasilkan bahan pangan yang kita konsumsi sehari-hari. Karena merupakan budidaya makhluk hidup yang dilakukan di alam, kegiatan bercocok tanam ini sangat bergantung dengan kondisi iklim.

Hasil pertanian di setiap panennya bergantung pada iklim yang sedang terjadi saat itu. Perubahan iklim merupakan fenomena ketika musim hujan terjadi dalam waktu yang pendek sedangkan kemarau terjadi secara berkepanjangan. Jika iklim dan cuacanya stabil, akan memudahkan petani dalam pengelola lahan dan memanennya. Namun jika yang terjadi adalah cuaca tidak menentu, hal ini tentu membuat petani sulit untuk memperkirakan waktu panen. Gagal panen pun tidak jarang  dialami  para  petani  yang  salah  satunya  disebabkan  oleh  kondisi  cuaca  yang  tidak menentu.

Perubahan iklim dan cuaca yang kian ekstrem sering dihubungkan dengan dampak dari pemanasan global atau yang selama ini dikenal dengan global warming. Sebagai suatu proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi, fenomena ini diperkirakan terjadi karena   meningkatnya   konsentrasi   gas-gas   rumah   kaca.   Akibat   dari   pemanasan   global berpengaruh terhadap hasil pertanian, hilangnya gletser di kutub utara dan selatan, dan terjadinya kepunahan pada berbagai jenis hewan.

Nemo’s Garden sebagai Kebun Bawah Laut Pertama di Dunia

Dampak yang dihasilkan dari perubahan iklim akibat pemanasan global membuat manusia harus memiliki strategi dan solusi untuk mencegah kerusakan alam. Salah satu konsep strategi yang saat ini sudah terealisasikan yaitu perkebunan bawah laut.

Keberadaan kebun bawah laut dinilai bisa menjadi solusi pada masalah pertanian yang terancam karena adanya pemanasan global. Kebun bawah laut yang dipenuhi dengan berbagai macam sayuran mungkin terkesan sebagai sebuah khayalan yang hanya bisa terjadi di film fiksi ilmiah saja. Tapi kenyataannya, kebun bawah laut ini benar-benar ada.

Kebun bawah laut ini dinamakan Nemo’s Garden yang terletak kurang lebih 100 meter dari pesisir Noli di timur laut Italia yang letaknya tidak terlalu dalam. Proyek futuristik yang mulai dibangun sejak tahun 2012 silam ini merupakan sebuah bangunan yang bentuknya menyerupai balon dan berisi berbagai macam sayuran yang siap untuk dimakan.

Adalah Ocean Reef Group sebagai pihak yang berjasa dalam pembangunan proyek Nemo’s Garden ini. Sergip Gamberini yang menjabat sebagai Presiden Ocean Reef mendapatkan ide ketika sedang berlibur di Italia dua tahun silam, yaitu membuat sesuatu yang berbeda sekaligus menonjolkan keindahan bawah laut. Setelah beberapa kali gagal, akhirnya jerih payahnya terbayarkan dengan terwujudnya ide tersebut. Perusahaan  scuba diving asal Jenewa ini juga melibatkan sejumlah ahli agrikultural dalam pembangunan proyek kebun bawah laut sebagai alternatif untuk produksi makanan.

Seperti dikutip dari Liputan 6, juru bicara proyek Nemo’s Garden, Luca Gamberini, mengatakan bahwa target utama proyek ini adalah untuk menciptakan sumber alternatif produksi di wilayah yang kondisi lingkungannya menyulitkan tanaman untuk tumbuh melalui proses konvensional, termasuk air bersih, tanah subur dan perubahan suhu ekstrem. Ia juga mengatakan bahwa proyek ini mencoba menemukan teknologi alternatif dan ekonomis yang memungkinkan produksi lebih efisien.

Balon yang berisi berbagai tanaman itu berjumlah tujuh, yang masing-masingnya bisa diisi dengan delapan hingga 10 baki tanaman atau sebanyak 22 pot tumbuhan. Karena pernah mengalami kebocoran, biosphere sebagai sebutan balon dalam air ini telah mengalami sejumlah perubahan desain.

Biosphere tidak serta merta langsung memasukkan tanaman ke dalam balon, proses lainnya yaitu mengubah air laut menjadi air tawar dengan sistem yang canggih. Ini sesuai dengan sistem penanaman tumbuhan yang digunakan yaitu hidroponik yang merupakan proses penanaman dengan menggunakan air sebagai medianya.

Adapun cara kerja dari biosphere adalah dengan menguapkan air laut yang terserap, kemudian air bersih yang tidak mengandung garam akan menetes dan mengairi tanaman sayur yang berada di dalamnya. Nah, meskipun berada di bawah laut, sayur-sayuran di kebun ini tetap terhidrasi dengan baik oleh tetesan air yang mengembun dari dinding dalam biosphere.

Dari berbagai tanaman yang ada, seperti kacang-kacangan, bawang putih, stroberi, dan lainnya, tanaman yang paling subur hingga saat ini yaitu lobak karena sifatnya yang cocok di air dan tidak suka dengan suhu yang tinggi dan sinar matahari langsung. Itulah mengapa lobak tumbuh subur dalam biosphere.

Salah satu kelebihan dari biosphere adalah tidak ada penyakit, hama, dan angin yang kencang yang   bisa   merusak   tanaman.   Hingga   saat   ini,   tim   Ocean   Reef   Group   masih   terus mengembangkan Nemo’s Garden agar lebih banyak tanaman yang bisa ditanami. Sedangkan untuk mengawasi perkebunan ini, Ocean Reef telah menempatkan webcam dalam biosphere di area perkebunan. Selain itu, juga terdapat panel sensor dengan data langsung dari lab biosphere yang bisa diakses siapa saja.

Seperti dilansir dari National Geographic, struktur biosphere telah dipatenkan dan Ocean Reef Group juga telah mengantongi izin dari pemerintah setempat untuk melaksanakan proyek biosphere baru. Setelah Nemo’s Garden sukses mengembangbiakkan sayur-sayuran, sekarang proyek ini mulai digarap dengan skala yang lebih besar dan mulai dikomersialkan dengan adanya paten tersebut.

Hidup di era teknologi ini, banyak sekali penemuan-penemuan yang dulunya terlihat mustahil namun kini benar-benar nyata keberadaannya. Nemo’s Garden merupakan salah satu penemuan yang sangat kreatif nan unik berupa perkebunan dalam laut. Perkebunan bawah laut yang saat ini hanya berada di Italia bukan tidak mungkin akan menjamah perairan lainnya yang ada di bumi, salah satunya Indonesia sebagai negara dengan luas perairan yang mencakup sebagian besar wilayah Indonesia.

Bukan tidak mungkin dalam beberapa tahun ke depan Indonesia juga bisa memiliki kebun bawah laut seperti yang dimiliki Italia. Selain keindahan bawah laut yang bisa dinikmati , ternyata laut juga memiliki peran serta potensi dalam mengantar kemajuan suatu negara, seperti halnya kebun bawah  laut  Nemo’s  Garden.  Mari  kita  terus  berinovasi  dan  memperbaiki  kualitas  serta memajukan agrikultur dalam negeri.  Semoga bermanfaat!

Post a Comment