Back

Ekspor merupakan proses transportasi komoditas atau barang dari suatu negara ke negara lain yang biasanya dilakukan oleh perusahaan dengan skala bisnis kecil sampai menengah sebagai strategi utamanya untuk bisa bersaing di tingkat internasional.

Indonesia sebagai negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah juga berperan dalam perdagangan internasional dengan menjadi pengekspor beberapa barang atau komoditas penting. Nilai ekspor di Indonesia pun semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Dilansir dari Tirto.id, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa ada perbaikan kinerja ekspor Indonesia pada pertengahan 2017. Data ekspor Juli 2017 tercatat naik 16,8 persen dibanding bulan sebelumnya menjadi 13,6 miliar dolar AS.

Beberapa negara tujuan ekspor terbesar Indonesia untuk hasil produksi juga cenderung meningkat setiap tahunnya. Amerika Serikat menjadi negara komoditas ekspor Indonesia dengan jumlah paling tinggi yaitu 15,1 juta dolar AS pada tahun 2016 dengan tren 1,74% terhitung dari tahun 2012 sampai 2016. Disusul Tiongkok dengan tren -1,09% yang juga memiliki nilai ekspor tinggi pada tahun 2016 yaitu 10,5 juta dolar AS.

Komoditas Ekspor Indonesia dan Negara Tujuan

Indonesia memiliki banyak komoditas yang diekspor ke berbagai negara di dunia. Menurut data dari situs Kemenperin, ada lebih dari 30 negara tujuan ekspor terbesar untuk produk hasil industri. Berikut 7 komoditas ekspor Indonesia beserta negara tujuannya:

1. Makanan

Indonesia banyak sekali mengekspor berbagai jenis makanan ke berbagai negara di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, udang dibekukan merupakan permintaan tertinggi yang terus mengalami kenaikan setiap tahunnya. Contoh merek udang Indonesia yang diekspor salah satunya yaitu Fresh on Time Seafood.

Selain udang beku, ada juga margarin yang banyak diekspor ke Tiongkok. Merek margarin yang menembus pasar internasional contohnya Blue Band yang sudah tidak asing lagi di telinga kita.

Saat ini, Indonesia juga mendominasi pasar minyak sawit di dunia dengan produksi mencapai 31 juta ton per tahun. Indonesia sempat berniat untuk mengandalkan produksi sawit hingga tahun 2030. Minyak kelapa sawit menjadi industri makanan yang banyak diekspor ke berbagai negara seperti Belanda dan Nigeria. Berbagai jenis merek tersebut di antaranya Filma dan Kunci Mas.

2. Kayu

Indonesia juga menjadi eksportir kayu tropis terbesar di dunia dengan nilai lebih dari 5 miliar dollar AS per tahun. Adapun kunci ekspor dari industri ini adalah berupa kayu lapis, bubur kayu, kertas, mebel, veneer, proses pembentukan dan penyambungan kayu. Salah satu produk kayu yang banyak diekspor ke berbagai negara seperti Tiongkok dan Jepang merupakan keluaran dari PT Kayu Lapis Indonesia.

3. Tekstil

Di industri tekstil, Amerika Serikat termasuk pasar terbesar bagi Indonesia. Banyak pakaian jadi, pakaian rajutan, kaos kaki rajutan, dan perlengkapan pakaian lainnya. Untuk pakaian jadi, merek yang biasa diekspor Indonesia yaitu The Executive yang bisa dijumpai di Malaysia, Singapura, dan negara Asia Tenggara lainnya.

4. Produk Berbahan Kulit

Produk berbahan kulit seperti sepatu dan alas kaki juga banyak diekspor ke negara Asia seperti Vietnam dan Tiongkok. Permintaan terbanyak dari kulit meliputi kulit disamak, alas kaki, dan sepatu olahraga. Sepatu olahraga yang banyak diekspor ke Tiongkok mengalami kenaikan cukup drastis dari tahun 2015 sebanyak 66.981,6 dolar AS dan mencapai 109.034,2 dolar AS pada tahun 2016. Selain Tiongkok, Indonesia juga banyak mengekspor barang dari kulit dan kulit buatan ke Australia, Malaysia, dan Hawaii. Salah satu merek yang biasa diekspor adalah Edward Forrer sebagai perusahaan alas kaki dan tas asal Indonesia.

5. Komputer, Barang Elektronik, dan Optik

Industri komputer, barang elektronik, dan optik juga banyak diekspor ke negara luar seperti Singapura. Produk yang biasa diekspor umumnya berupa semi konduktor dan komponen elektonik seperti aluminium electrolytic dan tantalum, serta perlengkapan komputer seperti optical character readers dan document/image scanners. Merek produk elektronik asal Indonesia yang diekspor contohnya Maspion yang berupa barang-barang rumah tangga seperti setrika, blender, dan kipas angin. Selain itu, ada juga Polytron yang memproduksi elektronik- elektornik rumah tangga seperti televisi dan radio.

6. Karet

Produksi tahunan karet alam di Indonesia mencapai 3.2 juta ton yang menjadikan Indonesia sebagai negara eksportir karet terbesar sedunia setelah Thailand. Karet Indonesia sebagian besar berasal dari Sumatera dan Kalimantan. Komoditas karet di Indonesia yang mampu menembus pasar internasional hingga ke Amerika berupa ban luar dan ban dalam. GT Radial merupakan merek ban asal Indonesia yang diproduksi oleh PT Gajah Tunggal. Perusahaan ini mengekspor ban jenis radial dengan label GT Radial yang sudah diekspor ke berbagai negara di Eropa dan Amerika.

7. Biji Kopi dan Kopi

Kopi menjadi komoditas tingkat dunia yang dianggap penting. Indonesia patut berbangga memiliki banyak jenis kopi dengan rasa yang berkualitas, sehingga menjadikan Indonesia sebagai produsen biji kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brazil dan Vietnam. Indonesia memiliki banyak jenis kopi yang sudah diekspor ke berbagai negara, seperti kopi gayo, kopi toraja, kopi kintamani, dan masih banyak lagi. Merek kopi Indonesia yang berhasil menembus pasar internasional ini contohnya Kopi Kapal Api yang bisa ditemui di Malaysia, Myanmar, dan Austria.

Setiap negara pasti memiliki sumber daya yang berbeda-beda dan inilah yang mendasari terjadinya perdagangan atau pertukaran komoditi dengan negara-negara lain. Indonesia sendiri termasuk negara yang sumber daya alamnya melimpah ruah, yang menjadikannya sebagai pengekspor dari beberapa komoditas penting, seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Produk yang diekspor Indonesia ke negara-negara lain tidak hanya produk dengan merek yang sudah besar saja, produk yang dikembangkan oleh usaha menengah pun bisa diekspor ke luar negeri.

Demikian ulasan mengenai 7 komoditas ekspor Indonesia dan negara tujuan. Para pemilik usaha atau calon pebisnis jangan ragu untuk menjual produk sampai ke luar negeri karena banyak sekali keuntungan yang diperoleh seperti meningkatkan daya saing, meningkatkan keuntungan bisnis dan tentunya menambah devisa negara.

Post a Comment