Back

Sebagai produsen, mendapatkan seorang konsumen atau pembeli merupakan sebuah tantangan tersendiri, terutama jika Anda pemain baru di dunia bisnis. Produsen yang telah berbisnis cukup lama pun memiliki tantangan dalam mencari konsumen, terlebih untuk mencari buyer atau pembeli dari luar negeri.

Kegiatan ekspor di suatu perusahaan membawa manfaat tersendiri, yaitu memperluas pasar, meningkatkan skala produksi, menambah daya saing, dan tentunya meningkatkan pendapatan suatu bisnis.

Selain itu, melihat produk kita berjejer di rak-rak supermarket luar negeri memang menjadi kebanggaan tersendiri, karena artinya produk kita mampu bersaing dengan produk global. Tidak mudah memang untuk menjual produk ke negara lain, karena Anda juga harus menyesuaikan diri dengan norma-norma yang ada seperti budaya, masalah bahasa, hingga hambatan pengiriman. Tapi bukan berarti hal ini tidak bisa dilakukan sama sekali.

Cara Mencari Buyer dari Luar Negeri

Bagi sebagian UKM atau pemain baru dalam dunia bisnis, menembus pasar luar negeri terkesan sangat sulit, namun bukan berarti hal tersebut tidak bisa dilakukan. Jika Anda memperhatikan cara-cara berikut ini, melakukan ekspor produk ke luar negeri bukan lagi menjadi angan belaka. Berikut ini cara mencari buyer dari luar negeri yang harus dipahami:

1. Pengetahuan tentang Pasar

Untuk bisa menembus pasar luar negeri, pengetahuan tentang pasar yang akan dituju atau market intelligence perlu Anda gali sebanyak-banyaknya. Cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan informasi ini adalah dengan melakukan survei pasar untuk mendapatkan data mengenai kondisi pasar, produk sejenis di pasaran, harga kompetitor, mutu barang, dan lain sebagainya. Market intelligence juga bisa dilakukan dengan mengikuti pameran-pameran dagang internasional di luar negeri. Dengan datang ke pameran, Anda bisa melihat ciri-ciri dari pelanggan potensial, seperti aktif bertanya dan responsif ketika pameran berlangsung. Dengan mengikuti pameran Anda juga bisa mempelajari selera konsumen, sehingga modal Anda untuk menembus pasar luar negeri bertambah.

2. Perhatikan Kualitas Produk

Untuk melakukan ekspor, kualitas produk tentu menjadi poin penting yang harus diperhatikan. Sebelum melakukan ekspor, pastikan bahwa produk Anda telah memenuhi standarisasi internasional, yang mana merupakan kesepakatan bersama yang berkaitan dengan penampilan barang, mutu, atau kualitas barang. Standarisasi internasional bisa menjadi cara untuk menyesuaikan produk Anda dengan kondisi negara yang hendak dituju. Misalnya Anda ingin mengekspor barang ke negara subtropis, Anda harus pastikan bahwa barang Anda tahan terhadap udara dingin. Jika Anda ingin mengekspor produk furnitur dari kayu ke kawasan Eropa, pastikan kayu tersebut tidak mudah keropos saat musim dingin yang cenderung ekstrem.

3. Mencari Tahu Database dari Badan Pengembangan Export Nasional (BPEN)

BPEN merupakan lembaga pengelola ekspor yang bertugas untuk melakukan koordinasi dan pembinaan tentang pengembangan ekspor. Lembaga ini melakukan pameran atau ikut serta dalam pameran dagang yang diadakan. BPEN juga melakukan siaran pers jika ada pameran dagang yang akan dilaksanakan di suatu negara. Tujuannya yaitu untuk mengajak para produsen Indonesia ikut serta dalam pameran yang diselenggarakan dan diharapkan mampu mengadakan atau meningkatkan kontak dagang antara produsen Indonesia dengan buyer di luar negeri.

4. Mencari Tahu Database dari Kedutaan Besar Negara Asing di Indonesia

Anda bisa mengenali pasar luar negeri yang dituju melalui kedutaan besar negara asing di Indonesia. Kedubes asing juga menjadi tempat untuk Anda mulai mencari pembeli spesifik. Biasanya kedubes memiliki perwakilan asing yang bisa membantu Anda dalam menemukan dengan tepat siapa saja orang yang harus Anda hubungi untuk melakukan kegiatan ekspor.

5. Melakukan Pemasaran Secara Online

Hal lain yang perlu Anda pertimbangkan di tengah perkembangan teknologi yang pesat yaitu dengan memanfaatkan kekuatan internet untuk menjaring pasar luar negeri. Selain mengikuti pameran, Anda bisa menunjangnya dengan membangun relasi di dunia maya menggunakan medium website. Dengan memiliki website yang disesuaikan dengan pasar, calon buyer akan mendapatkan informasi lengkap mengenai siapa kita, barang apa yang kita produksi, kualitas barang, dan informasi-informasi lainnya. Namun memiliki website saja tidak bisa langsung menjaring pasar Anda dengan mudah, karena dibutuhkan kemampuan pendukung lain seperti memahami Search Engine Optimization (SEO) dan menguasai keyword dengan tepat. Dengan begitu, situs Anda akan lebih mudah dan cepat di-index oleh search engine seperti Google.

Hal penting lainnya yang jangan sampai luput yaitu pemahaman Anda mengenai seluk beluk ekspor adalah anda sudah harus tahu terlebih dahulu mengenai prosedur-prosedur ekspor seperti memahami cara pembayaran antar negara yang dikenal dengan istilah letter of credit atau yang biasa disingkat menjadi LC. LC merupakan cara pembayaran internasional sehingga Anda sebagai eksportir bisa menerima pembayaran tanpa menunggu berita dari luar negeri setelah barang dan berkas dokumen dikirimkan kepada pemesan di luar negeri.

Nah itu dia beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencari buyer dari luar negeri. Mampu menembus pasar internasional memang menjadi suatu pencapaian yang tinggi bagi seorang produsen. Siapapun produsennya, pemain lama atau baru hingga UKM, bisa saja menembus pasar luar negeri dengan memahami cara-cara mencari buyer di atas.

Jadi, sudah sejauh mana persiapan Anda?

Post a Comment