Back

Mal, supermarket, atau pusat perbelanjaan lainnya menjadi tempat dimana segala kebutuhan manusia bisa ditemukan. Biasanya, kita selalu meluangkan waktu khusus untuk berbelanja. Akan tetapi, padatnya aktivitas membuat kita mau tidak mau menunda membeli suatu barang. Selain itu, jauhnya lokasi pusat perbelanjaan hingga masalah kemacetan di jalan pun turut menjadi pertimbangan lain mengapa kita menunda untuk membeli sesuatu.

Perkembangan teknologi yang sudah merambah ke segala sisi kehidupan manusia membuat banyak orang yang memanfaatkannya untuk hal-hal yang berbau ekonomi. Teknologi dan kecanggihan internet saat ini benar-benar membantu manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Seperti para inovator yang memanfaatkannya sebagai sarana penjualan segala kebutuhan manusia.

Hal ini memicu lahirnya e-commerce atau perdagangan elektronik yang diciptakan untuk transaksi bisnis dengan memanfaatkan internet dan penggunaan web. Kita semakin dimudahkan dalam melakukan transaksi karena tidak lagi membutuhkan tenaga dan waktu yang lama untuk mencari barang yang kita butuhkan. Karena esensi dari e-commerce adalah memungkinkan proses jual beli tidak terhalang oleh jarak dan waktu.

Berbagai keuntungan diberikan berkat kehadiran e-commerce, beberapa di antaranya:

1. Menghemat Waktu dan Biaya Perjalanan

Transaksi konvensional membutuhkan banyak waktu dan biaya yang harus dikeluarkan untuk mencapai toko fisik. Namun berkat kehadiran e-commerce, kita bisa mengunjungi toko secara online dengan beberapa kali klik saja.

2. Mencari Produk Lebih Cepat

Lewat e-commerce, kita dapat memanfaatkan kotak pencarian untuk mempersempit pencarian produk dan mencari beragam produk berdasarkan kategori-kategori yang tersedia.

3. Buka Sepanjang Waktu

Dengan e-commerce, kita bisa mencari berbagai kebutuhan kapan saja, karenanya berjalan selama 24 jam dan dalam rentang waktu 7 hari. Jika sebelumnya kita sulit menemukan toko fisik yang buka di malam hari atau pagi-pagi buta, lain halnya dengan e-commerce.

4. Perbandingan Belanja Jadi Lebih Mudah

Banyaknya produk yang ditawarkan oleh situs e-commerce membuat pelanggan lebih mudah untuk melakukan perbandingan belanja dan mendapatkan harga terbaik.

5. Biaya Lebih Rendah

Belanja online melalui e-commerce tidak jarang menawarkan harga yang lebih rendah karena banyaknya diskon-diskon yang diberikan.

Secara umum kita mengenal dua jenis e-commerce, yaitu B2C dan C2C. B2C (business to consumer) merupakan kegiatan jual beli online yang dilakukan antara produsen dengan konsumen akhir. Contoh dari B2C meliputi Lazada dan Bhinneka. Sedangkan C2C (consumer to consumer) merupakan model bisnis online yang transaksinya dilakukan antar konsumen. Jadi, kedua pihak tidak bertemu langsung tetapi melalui platform pihak ketiga. Contoh dari C2C meliputi Tokopedia dan Bukalapak.

Perkembangan Ecommerce di Indonesia

Dilansir dari Liputan 6, Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan e-commerce tertinggi di dunia karena makin banyaknya pelaku usaha yang mengembangkan usahanya ke arah digital dalam beberapa tahun belakangan. Tingginya pertumbuhan e-commerce juga dilatarbelakagi oleh penggunaan internet di Indonesia yang terus bertambah.

Laporan bertajuk Unlocking Indonesia’s Digital Opportunity yang diusung oleh McKinsey juga menyatakan peralihan ke ranah digital akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga US$ 150 miliar dolar pada 2025. Sekitar 73 persen pengguna internet di Indonesia mengakses internet melalui perangkat selular dan akan terus terus bertambah dalam lima tahun ke depan. Berdasarkan data e-marketer tahun 2013 yang dilansir dari situs Top Brand-Award, jumlah pengguna internet di Indonesia yang melakukan e-commerce mencapai angka 4,6 juta, sedangkan total transaksi mencapai US$1,8 juta atau sekitar Rp. 21,9 triliun dan terus bertambah setiap tahunnya. Data Sensus Ekonomi 2016 juga menyatakan bahwa e-commerce Indonesia akan terus tumbuh sekitar 17% dalam 10 tahun terakhir dengan total sekitar 26,2 juta usaha.

IlmuOne Data sebagai konsultan analytics data dan digital merilis posisi dan pertumbuhan e-commerce selama triwulan satu dan dua pada tahun 2017. Dilansir dari IDN Times, ilmuOne Data menggunakan comScore untuk menganalisa pelaku pengguna desktop rumah dan kantor berumur 6 tahun ke atas, serta penggunaan gadget seperti smartphone dan tablet berumur 18 tahun ke atas. Data yang digunakan berjumlah 67 juta populasi digital. Dihitung dari jumlah unique audience pada akhir triwulan dua, Lazada memimpin seluruh e-commerce dengan 21,2 juta unique audience. Penggunaan e-payment dan internet yang semakin tinggi ini yang membuat industri e-commerce Indonesia semakin berkembang.

Sebagai pelaku usaha, ada baiknya kita mengikuti tren yang sedang berkembang saat ini, seperti pemanfaatan teknologi untuk menjual produk secara digital. Terbukanya diri sendiri terhadap tren ini bertujuan agar pelaku usaha tetap mampu bersaing di pasaran. Semoga bermanfaat!

Post a Comment