Back

Merek memiliki peran penting dalam kesuksesan sebuah produk. Menurut UU No. 20 Tahun 2016, merek adalah tanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasa.

Merek memiliki fungsi sebagai tanda pengenal untuk membedakan hasil produksi kita dengan produk kompetitor. Merek juga sebagai alat promosi sehingga mempromosikan hasil produksinya cukup dengan menyebutkan mereknya.

Insipirasi nama merek yang diberikan oleh pemiliknya bisa berasal dari mana saja seperti benda-benda yang ada di sekitar, dari alam, ataupun nama yang sengaja dicari untuk menghasilkan merek yang menarik dan unik.

Membuat Nama Merek yang Menarik

Merek yang bagus sangatlah penting sebagai investasi awal suatu bisnis. Memiliki merek yang unik dan menarik memang membutuhkan kreativitas tersendiri agar merek yang kita buat mudah melekat diingatan. Inspirasi nama merek terkadang sulit didapatkan, padahal kita mengharapkan memiliki nama merek yang bagus sebagai awal kesuksesan suatu produk. Untuk lebih memudahkan dalam mencari inspirasi nama merek. Berikut ini langkah-langkah yang bisa Anda terapkan untuk membuat nama merek yang menarik:

1. Pilih Nama yang Berdaya Pembeda

Banyak produk yang beredar di pasaran dengan nama merek yang mirip dengan kompetitor yang sudah lebih dahulu eksis dan berhasil di pasaran. Alih-alih mendapatkan popularitas serupa dengan memberikan nama yang mirip, hal ini justru menjadi langkah yang tidak akan efektif bagi popularitas produk Anda. Orang-orang juga memiliki perspektif bahwa Anda tidak kreatif dalam memberi nama merek. Padahal, semakin beda merek kita dengan yang lain, justru memiliki peluangnya sendiri untuk berkembang. Dengan memiliki merek yang serupa dengan kompetitor juga tidak jarang menimbulkan persengketaan karena mereka keberatan dengan nama dagang produk Anda.

2. Pilih Nama Merek yang Mudah Dilafalkan dan Diingat

Seperti diketahui, merek menjadi salah satu faktor kesuksesan suatu bisnis. Dengan memiliki nama merek yang mudah dilafalkan maka akan membuat produk Anda mudah diingat dan menjadi pilihan pelanggan ketika sedang mencari produk. Membuat nama yang mudah diingat cukup dengan mencari kata yang sederhana dan ramah di telinga masyarakat Indonesia dan tentunya juga mudah dilafalkan oleh lidah orang-orang Indonesia.

3. Hindari Kata-Kata yang Bersifat Deskriptif

Alih-alih tidak ingin pusing memikirkan nama merek, banyak pelaku bisnis yang memberikan nama produknya dengan kata-kata deskriptif yang melekat pada barang tersebut. Jika produk Anda berupa minyak goreng, jangan memberi nama produk itu dengan “Minyak Goreng” atau jika produk Anda adalah tisu basah, Anda juga tidak seharusnya memberikan nama “Tisu Basah.” Jika Anda mendaftarkan merek tersebut ke Dirjen Kekayaan Intelektual, maka bisa dipastikan bahwa nama merek Anda akan ditolak karena menggunakan istilah umum yang biasa digunakan.

4. Pilih Nama Merek yang Singkat

Anda pasti pernah merasakan kesulitan menghafal sebuah merek karena memiliki suku kata yang banyak. Untuk membuat nama merek yang mudah diingat, Anda bisa membuat nama yang tidak lebih dari 3 suku kata. Memberikan nama yang panjang justru akan membuat merek Anda sulit diingat.

5. Hindari Penggunaan Nama Depan

Anda pasti banyak melihat atau mendengar merek yang memiliki nama depan, yang mana nama depan itu biasanya merupakan nama pemilik dari produk yang dijual. Contoh nama depan ini misalnya “Bakso Pak Andi” dan “Kue Bolu Bu Mira.” Tahukah Anda dengan pemberian merek seperti itu justru menimbulkan 2 kesalahan sekaligus, yaitu penggunaan nama depan orang dan kata deskriptif (bakso dan kue bolu). Mengapa nama depan perlu untuk dihindari? Karena sudah banyak orang yang memiliki nama dagang serupa dengan milik Anda.

6. Hindari Singkatan Konsonan

Banyak juga merek yang kita temui berupa singkatan konsonan, mungkin Anda berpikir untuk memudahkan orang dalam mengingat nama merek Anda yang terdiri lebih dari 2 kata. Padahal, cara seperti ini justru akan membuat banyak orang bingung.

Contoh-Contoh Logo Unik dan Kreatif

Banyak produk Indonesia yang memiliki nama merek tidak kalah kreatifnya dengan merek-merek yang sudah besar. Berikut beberapa di antaranya:

1. Schmiley Mo

Sumber: schmiley-mo.com

Schmiley Mo merupakan merek fesyen Indonesia yang dipelopori oleh Diana Rikasari yang ditujukan untuk pemakaian sehari-hari. Makna dari Schmiley Mo diambil dari smiley yang artinya senyum dan mo yang artinya modest, sesuai dengan logo berupa kata “Schmiley Mo” dengan huruf “O” yang diganti dengan emoticon senyum. Untuk menggambarkan tanda menyenangkan, bahagia, dan unik ke dalam produknya, masing-masing potongan pakaian Schmiley Mo menampilkan pola dan patches seperti gambar emoticon, stiker, dan hal-hal yang unik lainnya.

2. Gendhis Bag

Sumber: gendhisbag.com

Gendhis Bag merupakan merek produk tas buatan anak bangsa asal Yogyakarta, yaitu Ferry Yuliana. Gendhis Bag menawarkan aneka produk tas natural handmade dengan berbagai desain yang etnik ataupun abstrak. Tas yang dijual mulai dari motif kain batik, bahan kain blacu, kain tikar, daun janur hingga hasil kebudayaan dari berbagai daerah di Indonesia yang kemudian dipercantik dengan berbagai pernak-pernik. Nama Gendhis terinspirasi dari kemasan gula pasir yang dibungkus dengan kertas bertuliskan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Bungkus gula pasir tersebut dilihat ketika Ferry dan sang suami, Endro Pranowo, sedang duduk di kafe hotel. Sejak itu, mereka memberi nama Gendhis untuk produknya yang berarti gula dalam Bahasa Jawa.

3. Emina Kosmetik

Sumber: eminacosmetics.com

Emina Cosmetics merupakan produk kecantikan asal Indonesia yang menawarkan berbagai varian, mulai dari skin care, body care, hingga makeup. Logo Emina Cosmetics berupa tulisan Emina yang di bawahnya terdapat bodyline berupa “Born to be Loved.” Logo tersebut juga disertai dengan lambang “love.”

 

Demikian ulasan yang bisa memberikan Anda inspirasi untuk mencari nama merek yang sesuai dan menarik untuk produk Anda. Merek menjadi pembeda antara produk yang Anda hasilkan dengan produk serupa milik kompetitor. Selain sebagai pembeda, merek perlu dilindungi secara hukum untuk menghindari terjadinya plagiarisme oleh pihak lain.

Jika Anda telah memiliki nama merek, maka jangan ragu untuk langsung mendaftarkannya ke Dirjen Kekayaan Intelektual. Merek yang dilindungi secara hukum tentunya membawa berbagai keuntungan. Salah satunya produk Anda akan lebih bernilai dibandingkan dengan produk yang tidak memiliki merek. Tidak hanya itu, merek yang dilindungi pun berpotensi memiliki nilai ekonomis karena jika ada pihak yang ingin menggunakan merek Anda, harus melalui persetujuan dari Anda dengan royalti yang sudah ditentukan. Bagaimana? Masih ingin menunda untuk mendaftarkan merek? Pastikan Anda selangkah lebih dulu, sebelum orang lain yang menggunakan merek dagang Anda. Semoga bermanfaat!

Post a Comment