Back

Teknologi semakin akrab dengan kehidupan kita. Banyak sekali manfaat dari teknologi yang membuat pekerjaan kita lebih efisien dan sudah merambah ke berbagai bidang, salah satunya pendidikan. Proses belajar mengajar kini sudah terbebas dari hambatan jarak dan waktu. Kapanpun, dimanapun, dan dengan berbagai perangkat yang tersedia, masyarakat sudah bisa mengakses materi-materi pembelajaran secara online. Hal ini karena hadirnya startup-startup pendidikan yang mengubah wajah pendidikan yang tidak hanya dilakukan di ruang kelas saja.

Banyak sekali startup pendidikan yang tengah berkembang, baik lokal maupun dari luar negeri. Startup pendidikan sangat bermanfaat untuk membantu para pelajar untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi dalam proses belajar, sekaligus membuat kualitas pendidikan menjadi lebih baik.

5 Startup Pendidikan yang Ikut Mencerdaskan Indonesia

Indonesia memiliki banyak startup pendidikan. Dilansir dari TechInAsia, Indonesia merupakan pelopor startup pendidikan di Asia yang sudah berdiri sejak tahun 1986 dan bergerak dalam pengembangan software edukasi. Sedangkan Singapura mulai merambah software edukasi pada tahun 1993 dan kemudian disusul oleh Malaysia sekitar tahun 1998 hingga 1999. Berikut ini merupakan beberapa startup pendidikan yang ikut mencerdaskan Indonesia:

1. PesonaEDU

Sumber: PesonaEdu Store

PesonaEDU membantu sekolah mengembangkan metode pembelajaran melalui media digital interaktif. PesonaEDU pertama kali beroperasi pada tahun 1986 sebagai software developer pertama di Indonesia. Di awal-awal tahun kemunculannya, PesonaEDU menerbitkan berbagai software untuk membantu siswa sekolah dasar untuk belajar berhitung, mulai dari yang paling dasar hingga perkalian dan pembagian, selain itu juga memberikan peta Indonesia dan juga kidspell. Pada tahun 2001, PesonaEDU menerbitkan seri software fisika, yaitu Pesona Fisika untuk pelajar SMP dan SMA. Kemudian dilanjutkan dengan software matematika, yaitu pesona Matematika pada tahun 2003 untuk jenjang pendidikan yang sama. Pada tahun 2004 sampai 2007, PesonaEDU menerbitkan pesona matematika dan pesona sains untuk jenjang sekolah dasar.

Bambang Juwono selaku Chief Executive Officer (CEO) dari PesonaEDU awalnya memang ditujukan bagi institusi pendidikan, tapi ternyata banyak guru, murid, hingga orangtua yang menginginkan software PesonaEDU secara individu. Sejak saat itulah pada bulan Mei 2010 PesonaEDU mengeluarkan software yang dapat dibeli secara online melalui web store. PesonaEDU store menyediakan berbagai buku untuk semua jenjang pendidikan mulai dari PAUD/TK hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan umum. Buku yang disediakan berupa teks pelajaran, pengayaan, bahasa, evaluasi, literasi/bacaan. Saat ini, PesonaEDU telah digunakan di 13.000 sekolah dan telah diekspor ke berbagai negara. Selain itu, PesonaEDU juga telah digunakan di 1.900 sekolah di Belanda dan 4 pengguna sekolah internasional lainnya.

2. Zenius

Sumber: zenius.net

Kehadiran Zenius nampaknya sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan Indonesia khususnya bagi pelajar. Hal ini dibuktikan dengan prestasi yang diraih startup ini dengan mampu menduduki posisi 10 besar dalam Startup Rank Indonesia. Di tahun 2015-2016, jumlah kunjungan website Zenius mencapai 11.592.690 dengan jumlah penonton video sebanyak 37.843.833 kali. Jumlah tersebut terus bertambah dalam rantang periode 2016-
2017, yang mana mampu meraih jumlah pengunjung website mencapai 17.247.634 dan jumlah video yang ditonton sebanyak 38.364.738.

Wisnu Subekti sebagai direktur utama Zenius patut berbangga atas pencapaian yang telah diraih startup-nya ini. Berada di bawah naungan PT Zenius Education, Zenius didirikan pada 7 Juli 2007 dengan menyediakan platform e-learning, bimbingan belajar, hingga penjualan CD dan DVD pembelajaran untuk para pelajar. Selain itu, untuk mempermudah proses belajar siswa, Zenius menyediakan worksheet dan ribuan video pembelajaran. Zenius juga turut membantu para pelajar untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai macam tes, yaitu tes Ujian Nasional hingga tes masuk ke perguruan tinggi seperti TKPA SBMPTN, Saintek SBMPTN, Soshum SBMPTN, dan ujian mandiri.

Startup ini bahkan pernah mewakili Indonesia dalam pameran bisnis digital terbesar di dunia yaitu CeBIT 2015 di Hannover, Jerman di tahun 2015. Di tahun 2016, Zenius diundang oleh Microsoft Corp ke Seattle, AS untuk menghadiri Global Education Partner Summit.

3. RuangGuru

Sumber: RuangGuru.com

RuangGuru didirikan pada tahun 2014 oleh Belva Devara dan Iman Usman sebagai perusahaan teknologi berbasis pendidikan yang menghubungkan para pelajar dan guru berkualitas. RuangGuru menyediakan berbagai materi pembelajaran yang dapat diakses secara online untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, dan SMA. Hanya dengan melalui smartphone, aplikasi RuangGuru bisa digunakan untuk menonton video, latihan soal, les privat, hingga tryout.

RuangGuru juga menyediakan digital bootcamp, yaitu layanan group chat belajar online dengan tutor standby sehingga para pelajar bisa secara bebas tanya jawab sepuasnya ke tutor online yang ada di group chat. Group chat ini bersifat eksklusif yang hanya diisi dengan 20 orang saja. Tidak hanya melalui group chat, tapi para pelajar juga diberi kemudahan lainnya untuk bertanya ke tutor langsung secara online melalui aplikasi live chat dan audio call untuk membantu menjawab berbagai pertanyaan.

Layanan RuangGuru lainnya yaitu ruang les dimana para pelajar bisa memanggil guru les untuk datang ke rumah. RuangGuru telah memiliki 4 juta pengguna dengan 150.000 guru yang menawarkan jasa di lebih dari 100 bidang pendidikan. Startup ini juga berhasil bekerja sama dengan 33 pemerintah provinsi dan lebih dari 326 pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia.

4. Kelase

Sumber: kelase.net

Memiliki segudang pengalaman di bidang teknologi tentunya semakin memudahkan siapapun yang ingin mendirikan sebuat startup. Sebagai salah satu startup pendidikan, Kelase didirikan oleh dua veteran Intel Indonesia yaitu Brimy Laksmana sebagai founder sekaligus direktur utama dan Winastwan Gora sebagai direktur riset dan pengembangan.

Saat ini Kelase telah memiliki 221.121 pengguna, 2.158 kelas online sebanyak, 3.444 komunitas, dan 51.736 soal/kuis. Kelase dapat digunakan secara gratis untuk semua jenjang pendidikan mulai dari SD, sekolah tinggi, hingga universitas. Tidak hanya untuk pendidikan formal, Kelase juga dirancang untuk pendidikan non formal yang menyediakan lembaga kursus, bimbingan belajar, serta program home schooling.

Dalam proses belajarnya, Kelase mengedepankan kolaborasi dan pertukaran pengetahuan dengan berbagai fitur yang disediakan yang didukung dengan kemudahan akses. Beberapa fitur yang tersedia diantaranya jejaring sosial, komunitas/grup, catatan belajar, kelas online yang menyediakan kuis, forum diskusi, bacaan, laporan hasil belajar, dan lain sebagainya.

5. 7Pagi

Sumber: 7pagi

7Pagi menjadi platform komunikasi digital untuk sekolah yang menghubungkan sekolah dengan orangtua melalui beberapa fiturnya, yaitu diary sebagai buku penghubung, portofolio yang menjadi sumber informasi mengenai portofolio siswa di sekolah, information yang menggantikan surat edaran, serta report. Tujuan yang ingin dicapai dari startup yang didirikan oleh Yayan Ardhianto ini untuk menghubungkan guru dengan orangtua siswa, sehingga orangtua tidak lagi kesulitan untuk memantau anaknya di sekolah.

7Pagi menyediakan fitur real time sehingga informasi dari guru bisa langsung tersampaikan ke orangtua tanpa harus menunggu siswa pulang dari sekolah atau orangtua pulang dari kegiatannya. Selain itu, ada juga fitur individu atau kelas/grup, bantuan input data dan lain sebagainya. Melalui 7Pagi, pihak manajemen memiliki akses ke seluruh ruang kelas, dapat ikut menjawab pertanyaan orangtua, dan memantau seluruh informasi dan komunikasi yang terjadi melalui halaman Dashboard.

 

Demikian ulasan 5 startup pendidikan yang ikut mencerdaskan Indonesia. Beragam startup pendidikan yang telah dijelaskan di atas telah sukses menjaring banyak pelajar untuk bergabung dengan layanannya. Startup pendidikan pun tampaknya menjadi perusahaan rintisan yang cukup menjanjikan di Indonesia karena banyaknya pengguna internet di kalangan masyarakat dan banyaknya jumlah pelajar serta guru di Indonesia. Selain karena keuntungan, dengan adanya startup pendidikan ini, diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Anda pun bisa menjadi pendiri startup berikutnya dengan pandai melihat peluang. Dengan mempelajari startup yang sudah ada saat ini, Anda bisa membuat startup serupa dengan fitur yang belum diterapkan di startup-startup yang ada. Yuk, kita cerdaskan bangsa dengan terus berinovasi membangun startup pendidikan!

Post a Comment