Back

Kecanggihan teknologi memang sudah merambah ke berbagai bidang. Mulai bidang pendidikan, pertanian, industri film, musik, hingga keuangan. Di sektor keuangan, kini kita mengenal istilah financial technology (fintech) atau yang dikenal dengan teknologi finansial dalam bahasa Indonesia. Dengan adanya layanan ini, kini masyarakat semakin dimudahkan ketika ingin melakukan transaksi apa pun. Hal ini tidak bisa dilepaskan karena esensi dari perkembangan teknologi, yaitu untuk memudahkan manusia.

Sebelumnya kita hanya mengandalkan pusat perbelanjaan seperti mal untuk mencari barang yang kita butuhkan, tapi kini kita sudah bisa melakukannya tanpa perlu membuang banyak waktu untuk pergi ke mal karena sudah banyak e-commerce dan online shop yang menawarkan berbagai kebutuhan manusia yang bisa dibeli secara online.
Begitu pun dengan sistem pembayarannya, ketika kita belanja melalui online shop, kita harus membayarnya melalui bank atau mentransfernya melalui ATM. Tapi saat ini, pembayaran apapun, termasuk pembayaran listrik, pulsa, dan lain sebagainya bisa dilakukan dengan online. Karena dengan layanan yang terpasang di smartphone ini, kita bisa melakukan pembayaran apapun hanya dengan beberapa klik dan dengan waktu yang singkat.

Apa Itu Fintech?

Dirangkum dari berbagai sumber, istilah fintech merupakan suatu layanan di bidang finansial dengan memanfaatkan akses teknologi sebagai pendukungnya untuk memudahkan konsumen. Fintech sendiri memiliki banyak cakupan, salah satunya yang sudah banyak kita ketahui yaitu pembayaran, seperti mobile payment sebagai bentuk optimalisasi perangkat mobile untuk melakukan transaksi pembayaran. Ternyata, fintech dapat dibagi menjadi empat kategori transaksi berdasarkan jenis inovasinya. Seperti dijelaskan oleh SB (Financial Stability Board), lembaga internasional yang memonitor dan membuat rekomendasi mengenai sistem keuangan global, empat kategori ini adalah sebagai berikut:

Pertama, deposits, lending, dan capital raising. Jenis transaksi pada kategori ini yaitu crowdfunding dan peer to peer lending. Crowdfunding yaitu pemberian modal atas suatu proyek atau usaha melalui internet. Sedangkan peer to peer lending merupakan pemberian pinjaman yang dilakukan secara elektronik atau online.

Kedua, market provisioning. Contoh dari transaksi kategori ini yaitu e-agregator yang merupakan suatu platform pengumpulan dan pengolah berbagai data untuk memberikan informasi kepada pengguna secara online.

Ketiga, payments, clearing, dan settlement. Contoh dari kategori ini yaitu mobile payment seperti yang telah dijelaskan di awal. Mobile payment berguna untuk melakukan transaksi pembayaran tertentu yang dilakukan secara online.

Keempat, investment and risk management. Contoh dari kategori ini yaitu E-Trading sebagai platform online yang membantu pengguna untuk melakukan proses jual beli instrumen keuangan, seperti valuta asing, surat berharga dan lain sebagainya yang tanpa bantuan broker.

Perkembangan Fintech di Indonesia

Dengan jumlah penduduk yang banyak dan penggunaan internet yang semakin luas di kalangan masyarakat Indonesia, fintech merupakan bisnis yang cukup menarik untuk digeluti. Hal ini tidak lepas dari karakter masyarakat Indonesia yang mudah akrab dengan perkembangan teknologi. Berdasarkan data Veltica Digital Economy seperti yang diwartakan oleh Tribunnews, dari 262 juta penduduk, tercatat jumlah pengguna mobile phone dan internet di Indonesia masing-masing sebanyak 371,4 juta dan 132,7 juta (per Januari 2017).

Dari sisi transaksi, perkembangan fintech menurut data dari Statista menyebutkan nilai transaksi fintech Indonesia mencapai 18,65 miliar dolar AS per Januari 2017 dengan mayoritas transaksinya berupa pembayaran digital sebesar 18,61 miliar, dan sisanya adalah personal finance serta business finance.

Hadirnya startup-startup baru di Indonesia juga didorong oleh peluang dari bisnis fintech yang cukup menjanjikan. Data Bank Indonesia menunjukkan Indonesia tercatat sebagai negara di Asia Tenggara dengan startup terbanyak pada tahun 2016, yaitu mencapai 2.000 startup dan akan diperkirakan mencapai angka 13.000 pada tahun 2020.

Contoh-Contoh Fintech di Indonesia

Banyak sekali contoh fintech yang ada di Indonesia. Berikut ini beberapa contoh dari fintech di Indonesia:

Amartha

Sumber: Amartha

Amartha merupakan lembaga keuangan yang memberikan jasa peer to peer (P2P) lending platform, yaitu pinjam meminjam uang secara online. Melalui Amartha, keterbatasan akses tidak lagi menjadi penghalang untuk mendapatkan modal dengan mudah dan terjangkau. Amartha sendiri memang P2P Lending yang ditujukan untuk masyarakat unbanked seperti pengusaha mikro di pedesaan atau UMKM dimana pun untuk mendapatkan modal kerja. Didirikan sejak tahun 2010 oleh Andi Taufan Garuda, sudah puluhan ribu transaksi yang telah diproses Amartha, dan per Juni 2016 lalu, pihak Amartha telah membukukan dana Rp 37 miliar, dengan rasio kredit macet 0% seperti dilansir dari Daily Social.

DOKU

Sumber: DOKU

Perusahaan penyedia layanan pembayaran online dan manajemen resiko ini berdiri sejak tahun 2007 di bawah naungan PT Nusa Satu Inti Artha. Melalui layanan DOKU Wallet, berbagai jenis transaksi yang banyak digunakan masyarakat tersedia di sini, seperti transfer pulsa ke sesama pengguna DOKU Wallet, pembelian voucher pulsa, premi asuransi, pembayaran BPJS, hingga pembelian tiket disediakan oleh DOKU.

Bareksa

Sumber: Bareksa

Bareksa didirikan di bawah naungan PT Bareksa Portal Investasi pada 17 Februari 2013 sebagai platform yang melayani jual beli reksa dana secara online. Selain itu, Bareksa juga memberikan berbagai layanan data, informasi mengenai reksa dana, dan seputar investasi lainnya seperti saham dan obligasi untuk memudahkan masyarakat dalam berinvestasi.

Finansialku

Sumber: Finansialku

Bagi orang yang memiliki kesulitan dalam mengelola keuangan, Finansialku hadir untuk membantu mereka sebagai platform perencana keuangan. Finansialku berguna untuk mengatur keuangan individu maupun keluarga dengan memberi panduan terkait cara mengelola masalah finansial mereka. Selain itu, Finansialku juga menyediakan beragam informasi lainnya seputar dunia investasi seperti reksa dana, saham, dan lainnya.

Berdasarkan ulasan yang telah dijelaskan di atas, fintech Indonesia nampaknya memiliki masa depan yang cukup menjanjikan dengan perkembangan teknologi dan semakin meleknya masyarakat Indonesia terhadap teknologi. Fintech yang umumnya berupa startup ini bisa menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi digital Indonesia. Dengan inovasi yang tiada henti, masih banyak peluang dari fintech yang bisa digali. Semoga bermanfaat!

Post a Comment