Back

Jonah Sachs, selaku CEO Free Range Studios, pernah mengatakan,

Good marketers see consumers as complete human beings with all the dimensions real people have.

Seorang pemasar yang baik melihat pembeli sebagai manusia dengan berbagai dimensi yang mereka punya. Dengan memperhatikan hal-hal unik dari pembeli ini, Anda bisa dengan mudah melakukan promosi produk sehingga kemungkinan terjadi closing sangat besar.

Untuk memahami dimensi berbeda dari setiap calon pembeli yang Anda targetkan, pemasaran harus dilakukan dengan cara yang benar dan kreatif. Kalau Anda hanya menjual barang secara tradisional, akan susah untuk menggaet banyak pembeli. Namun, kalau strategi pemasaran yang Anda lakukan bervariasi, pembeli-pembeli baru bisa jadi terjaring.

Untuk memahami seperti apa strategi pemasaran dan juga jenis-jenisnya, simak uraian lengkap di bawah ini:

Pengertian Strategi Pemasaran

Secara singkat, strategi pemasaran bisa diartikan sebagai cara untuk meningkatkan jumlah pembeli dan memberikan kesadaran atau product knowledge untuk calon pembeli. Untuk meningkatkan jumlah target pasar, perusahaan akan melakukan mekanisme promosi yang unik agar targetnya tertarik dan akhirnya mau membeli. Selanjutnya dengan memberikan product knowledge, calon pembeli akan paham terhadap produk yang perusahaan jual.

Strategi pemasaran setiap bisnis biasanya berbeda-beda. Ada yang lebih suka berjualan secara langsung dan ada juga yang lebih memilih melakukan pemasaran tidak langsung. Semua metode pemasaran yang ada akan melalui tahap uji coba terlebih dahulu. Dari tahap ini, perusahaan bisa menentukan mana yang mampu meningkatkan rasio konversi penjualan.

Jenis-Jenis Strategi Pemasaran

Untuk memahami berbagai jenis strategi pemasaran yang bisa digunakan untuk menjual produk, simak daftar berikut ini:

1. Direct Selling

Direct selling atau menjual secara langsung biasanya tidak dilakukan di toko retail. Untuk mendapatkan calon pembeli, Anda bisa menemui mereka secara door-to-door. Para pemasar akan datang ke rumah target mereka untuk menawarkan barang secara langsung dengan mengandalkan kemampuan persusasif dan pengetahuan produk.

Strategi pemasaran ini bagus untuk bisnis yang tidak punya modal besar untuk promosi. Namun, direct selling juga memiliki kekurangan karena membuat pemasar akan terus berjalan dan lebih lelah. Selanjutnya, tidak semua orang suka dengan cara ini karena merasa seperti dipaksa membeli produk yang tidak mereka inginkan.

2. Earned Media

Earned media adalah pemasaran secara tidak langsung yang didapatkan dengan kerja keras. Sedikit berbeda dengan iklan berbayar, cara ini dilakukan dengan membangun relasi dan kepercayaan di kalangan masyarakat secara luas.

Beberapa cara untuk melakukan strategi pemasaran ini adalah membentuk image yang baik di media sosial, web, dan akun online lainnya. Selain itu, Anda juga bisa meminta berbagai testimoni online atau publikasi lain yang menguatkan produk yang sedang dipasarkan.

3. Point of Purchase

Kalau Anda memiliki toko retail yang menjual aneka produk, baik itu milik sendiri atau dari brand lain, pahami satu hal. Sekitar 64 persen pembeli biasanya belum memiliki rencana matang akan membeli produk apa. Mereka hanya memiliki gambaran sekilas terkait dengan produk yang ingin dibeli.

Nah, tugas Anda di sini adalah mengarahkan mereka untuk membeli barang yang kemungkinan sedang dipromosikan. Kerahkan semua product knowledge yang sudah dipelajari beserta kemampuan komunikasi agar mereka susah menolak.

4. Internet Marketing

Kalau Anda ingin melakukan pemasaran barang dengan lebih cepat dan tidak me miliki keterikatan dengan tempat dan waktu, internet maketing bisa diandalkan. Cara promosi secara online ini bisa dilakukan dengan beberapa metode. Pertama dengan email marketing, web, dan media sosial.

Pemasaran secara online akan berjalan lancar kalau konten yang disajikan menarik calon pembeli. Misal menggunakan gambar yang menarik hingga memiliki copywriting yang ciamik. Dua elemen ini memiliki andil yang besar dalam memengaruhi pembeli.

Dalam melakukan pemasaran online, Anda bisa melakukan secara hard selling atau soft selling. Promosi secara keras dilakukan to the point sementara soft selling biasanya diikuti dengan konten bermanfaat yang ada korelasinya dengan produk.

Segala jenis konten yang Anda buat untuk promosi merupakan aset yang menjadi hak kekayaan intelektual selamanya. Jadi, pastikan konten yang dibuat tidak asal jadi.

Itulah beberapa jenis strategi pemasaran yang efektif untuk memajukan usaha Anda. Semoga uraian di atas bisa dijadikan rujukan yang bermanfaat dan semakin memajukan bisnis Anda dengan mengedepankan segala macam inovasi yang ada.

Post a Comment